لا يؤخذ العلم عن أربعة : سفيه معلن السفه، و صاحب هوى يدعو إليه، و رجل معروف بالكذب في أحاديث الناس وإن كان لا يكذب على الرسول صلى الله عليه وسلم، و رجل له فضل و صلاح لا يعرف ما يحدث به
“Janganlah mengambil ilmu dari empat macam orang : Yaitu dari orang bodoh, dari seorang pengikut hawa nafsu yang mengajak orang lain agar mengikuti hawa nafsunya, dari orang yang dikenal suka berdusta dalam ucapan-ucapannya ditengah manusia walaupun dia tidak pernah berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan dari orang yang memiliki keutamaan serta memiliki kesholehan (namun) tidak mengetahui atau mengerti apa yang dia sampaikan” (Jami' Bayanil Ilmi : 3/35)
1. ORANG BODOH
Yaitu orang bodoh karena keterbatasan ilmu yang dia miliki. Namun aneh tapi nyata, banyak orang yang ketika menghadapi suatu masalah terkait dengan masalah agama lalu merasa cukup dengan bertanya kepada teman, tetangga dan saudaranya yang tidak lebih alim dibandingkan dirinya dalam masalah agama. Dia paham dengan baik bahwa orang yang dia tanyai bukanlah seorang yang menekuni belajar agama. Tentu jawaban dari orang semacam ini sangat rentan kekeliruan.
2. PENGIKUT HAWA NAFSU
Yaitu orang yang memiliki pemahaman yang menyimpang dan dia mendakwahkan penyimpangannya. Belajar kepada orang semacam ini akan menyebabkan kita tidak merasa nyaman, sebab tidak menutup kemungkinan kebenaran yang dia sampaikan itu disisipi pemahaman menyimpang yang dia miliki. Karena kita sedang dalam proses belajar, tentu kita tidak bisa menyadari hal ini dengan baik, bahkan boleh jadi pemahaman menyimpang yang dia miliki kita anggap sebagai sebuah kebenaran yang tak terbantahkan, na'udzubillah.
3. SEORANG PENDUSTA
Kualitas keilmiahan orang semisal ini sangat meragukan. Karena boleh jadi dia menyatakan ini adalah pendapat ulama fulan, padahal ulama yang bersangkutan tidak berpendapat demikian. Mungkin pula dia katakan bahwa hal ini ada dibuku fulan, namun ternyata sedikitpun hal tersebut tidak ada disana. Ini semua dia lakukan untuk mendukung pendapat yang dia yakini kebenarannya, padahal pendapat tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang bisa dipertanggung jawabkan dengan baik. Hal ini mungkin terjadi karena dia dikenal sebagai seorang yang suka berdusta, bahkan perbuatannya menunjukkan kalau dia menghalalkan dusta, na'udzubillah.
4. ORANG SHOLEH NAMUN TIDAK ALIM
Banyak orang beranggapan bahwa jika seorang itu rajin ibadah dan gemar dengan berbagai amal yang dianjurkan maka berarti dia adalah seorang yang berilmu. Padahal seorang ahli ibadah itu belum tentu dia adalah seorang yang berilmu. Bahkan tidak sedikit orang yang nampak gemar dengan berbagai amal sholeh adalah seorang yang jauh dari ilmu agama.
Itulah sekilas tentang empat macam orang yang tidak boleh kita ambil ilmunya. Semoga kita bisa lebih selektif dalam mengambil ilmu, terlebih lagi itu adalah ilmu agama.
Al-Imam Ibnu Sirin rahimahullah berkata :
إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah (telitilah) dari siapa kalian mengambil agama kalian” (Muqoddimah Shohih Muslim : 1/15)
Nah demikianlah, semoga bermanfaat.
والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar