Kamis, 31 Agustus 2023

FATHUL QARIB - PEREMPUAN HAMIL & MENYUSUI YANG TIDAK BERPUASA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆุงู„ุญุงู…ู„ ูˆุงู„ู…ุฑุถุน ุฅู† ุฎุงูุชุง ุนู„ู‰ ุฃู†ูุณู‡ู…ุง) ุถุฑุฑุง ูŠู„ุญู‚ู‡ู…ุง ุจุงู„ุตูˆู… ูƒุถุฑุฑ ุงู„ู…ุฑูŠุถ (ุฃูุทุฑุชุง ูˆ) ูˆุฌุจ (ุนู„ูŠู‡ู…ุง ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆุฅู† ุฎุงูุชุง ุนู„ู‰ ุฃูˆู„ุงุฏู‡ู…ุง) ุฃูŠ ุฅุณู‚ุงุท ุงู„ูˆู„ุฏ ููŠ ุงู„ุญุงู…ู„ ูˆู‚ู„ุฉ ุงู„ู„ุจู† ููŠ ุงู„ู…ุฑุถุน (ุฃูุทุฑุชุง ูˆ) ูˆุฌุจ (ุนู„ูŠู‡ู…ุง ุงู„ู‚ุถุงุก) ู„ู„ุฅูุทุงุฑ (ูˆุงู„ูƒูุงุฑุฉ) ุฃูŠุถุง ูˆุงู„ูƒูุงุฑุฉ ุฃู† ูŠุฎุฑุฌ (ุนู† ูƒู„ ูŠูˆู… ู…ุฏ ูˆู‡ูˆ) ูƒู…ุง ุณุจู‚ (ุฑุทู„ ูˆุซู„ุซ ุจุงู„ุนุฑุงู‚ูŠ) ูˆูŠุนุจุฑ ุนู†ู‡ ุจุงู„ุจุบุฏุงุฏูŠ

Bagi seorang perempuan hamil dan menyusui, jika dia khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya sebab melakukan puasa seperti bahaya yang dialami oleh orang sakit, maka diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa dan wajib untuk mengqodho puasanya.

Dan jika dia khawatir (terjadi sesuatu) pada anaknya, maksudnya khawatir keguguran bagi perempuan hamil dan sedikitnya air susu bagi perempuan yang menyusui, maka diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa dan wajib untuk mengqodho sebab membatalkan puasa dan juga membayar kafarat (fidyah).

Kafaratnya adalah setiap harinya dia wajib mengeluarkan satu mud (makanan). Satu mud ini seperti yang telah dijelaskan, yaitu satu liter lebih sepertiga liter daerah iraq yang disebutkan (dalam redaksi matan kitab) dengan sebutan daerah baghdad.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 141 Maktabah Syamilah)

Rabu, 30 Agustus 2023

FATHUL QARIB - HUTANG PUASA ORANG YANG TELAH MENINGGAL


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆู…ู† ู…ุงุช ูˆุนู„ูŠู‡ ุตูŠุงู…) ูุงุฆุช (ู…ู† ุฑู…ุถุงู†) ุจุนุฐุฑ ูƒู…ู† ุฃูุทุฑ ููŠู‡ ู„ู…ุฑุถ، ูˆู„ู… ูŠุชู…ูƒู† ู…ู† ู‚ุถุงุฆู‡ ูƒุฃู† ุงุณุชู…ุฑ ู…ุฑุถู‡ ุญุชู‰ ู…ุงุช ูู„ุง ุฅุซู… ุนู„ูŠู‡ ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ูุงุฆุช، ูˆู„ุง ุชุฏุงุฑูƒ ุจุงู„ูุฏูŠุฉ، ูˆุฅู† ูุงุช ุจุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ูˆู…ุงุช ู‚ุจู„ ุงู„ุชู…ูƒู† ู…ู† ู‚ุถุงุฆู‡ (ุฃุทุนู… ุนู†ู‡) ุฃูŠ ุฃุฎุฑุฌ ุงู„ูˆู„ูŠ ุนู† ุงู„ู…ูŠุช ู…ู† ุชุฑูƒุชู‡ (ู„ูƒู„ ูŠูˆู…) ูุงุช (ู…ุฏ) ุทุนุงู… ูˆู‡ูˆ ุฑุทู„ ูˆุซู„ุซ ุจุงู„ุจุบุฏุงุฏูŠ ูˆู‡ูˆ ุจุงู„ูƒูŠู„ ู†ุตู ู‚ุฏุญ ู…ุตุฑูŠ، ูˆู…ุง ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ู…ุตู†ู ู‡ูˆุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุฌุฏูŠุฏ ูˆุงู„ู‚ุฏูŠู…، ู„ุง ูŠุชุนูŠู† ุงู„ุฅุทุนุงู…، ุจู„ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ูˆู„ูŠ ุฃูŠุถุง ุฃู† ูŠุตูˆู… ุนู†ู‡، ุจู„ ูŠุณู† ู„ู‡ ุฐู„ูƒ ูƒู…ุง ููŠ ุดุฑุญ ุงู„ู…ู‡ุฐุจ ูˆุตูˆุจ ููŠ ุงู„ุฑูˆุถุฉ ุงู„ุฌุฒู… ุจุงู„ู‚ุฏูŠู… (ูˆุงู„ุดูŠุฎ) ูˆุงู„ุนุฌูˆุฒ ูˆุงู„ู…ุฑูŠุถ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุฑุฌู‰ ุจุฑุคู‡ (ุฅู† ุนุฌุฒ) ูƒู„ ู…ู†ู‡ู… (ุนู† ุงู„ุตูˆู… ูŠูุทุฑ ูˆูŠุทุนู… ุนู† ูƒู„ ูŠูˆู… ู…ุฏุง) ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุชุนุฌูŠู„ ุงู„ู…ุฏ ู‚ุจู„ ุฑู…ุถุงู†، ูˆูŠุฌูˆุฒ ุจุนุฏ ูุฌุฑ ูƒู„ ูŠูˆู…

Barang siapa yang meninggal dunia dan masih memiliki hutang puasa ramadhan yang ditinggalkan karena udzur seperti orang yang tidak berpuasa disebabkan sakit dan belum sempat mengqodhonya semisal sakitnya terus berlanjut sampai dia meninggal dunia, maka tidak ada dosa baginya pada puasa yang dia tinggalkan dan tidak perlu membayar fidyah.

Adapun jika hutang puasa tersebut bukan karena udzur kemudian dia meninggal dunia sebelum sempat mengqodhonya, maka wajib baginya untuk membayar fidyah sebagai ganti dari hutang puasanya. Maksudnya bagi seorang wali wajib mengeluarkan untuk si mayit dari harta peninggalannya. Dari setiap hari yang telah ditinggalkan, itu diganti dengan satu mud bahan makanan (untuk diberikan kepada fakir miskin).

Satu mud itu ukurannya adalah satu liter lebih sepertiga liter daerah baghdad, sedangkan jika menggunakan takaran adalah separuh wadah takaran daerah mesir. Apa yang telah disebutkan oleh mushonnif (pengarang kitab) adalah merupakan qoul jadid (pendapat terbaru).

Sedangkan menurut qoul qodim (pendapat lama) itu tidak harus memberi bahan makanan, tapi bagi seorang wali diperbolehkan untuk melakukan puasa sebagai pengganti dari orang yang meninggal. Bahkan hal itu disunnahkan bagi seorang wali sebagaimana keterangan yang disebutkan didalam kitah Majmu' Syarah Muhadzdzab. Kemudian didalam kitab Ar-Raudhah imam Nawawi membenarkan qoul qodim (pendapat lama) tersebut.

Bagi seorang laki-laki tua, perempuan tua, dan orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh lalu masing-masing dari ketiganya tidak mampu untuk berpuasa, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa kemudian membayar fidyah sebanyak satu mud (per satu puasa) sebagai gantinya. Dan tidak diperbolehkan mendahulukan pembayaran fidyah sebelum masuk bulan ramadhan, namun baru diperbolehkan untuk dibayarkan setelah terbit fajar setiap harinya.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 140-141 Maktabah Syamilah)

Jumat, 25 Agustus 2023

FATHUL QARIB - KAFARAT BERJIMA SIANG HARI PADA BULAN RAMADHAN


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆู…ู† ูˆุทู‰ุก ููŠ ู†ู‡ุงุฑ ุฑู…ุถุงู†) ุญุงู„ ูƒูˆู†ู‡ (ุนุงู…ุฏุง ููŠ ุงู„ูุฑุฌ) ูˆู‡ูˆ ู…ูƒู„ู ุจุงู„ุตูˆู…، ูˆู†ูˆู‰ ู…ู† ุงู„ู„ูŠู„ ูˆู‡ูˆ ุขุซู… ุจู‡ุฐุง ุงู„ูˆุทุก ู„ุฃุฌู„ ุงู„ุตูˆู… (ูุนู„ูŠู‡ ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆุงู„ูƒูุงุฑุฉ ูˆู‡ูŠ ุนุชู‚ ุฑู‚ุจุฉ ู…ุคู…ู†ุฉ) ูˆููŠ ุจุนุถ ุงู„ู†ุณุฎ ุณู„ูŠู…ุฉ ู…ู† ุงู„ุนูŠูˆุจ ุงู„ู…ุถุฑุฉ ุจุงู„ุนู…ู„ ูˆุงู„ูƒุณุจ (ูุฅู† ู„ู… ูŠุฌุฏ) ู‡ุง (ูุตูŠุงู… ุดู‡ุฑูŠู† ู…ุชุชุงุจุนูŠู† ูุฅู† ู„ู… ูŠุณุชุทุน) ุตูˆู…ู‡ู…ุง(ูุฅุทุนุงู… ุณุชูŠู† ู…ุณูƒูŠู†ุง) ุฃูˆ ูู‚ูŠุฑุง (ู„ูƒู„ ู…ุณูƒูŠู† ู…ุฏ) ุฃูŠ ู…ู…ุง ูŠุฌุฒู‰ุก ููŠ ุตุฏู‚ุฉ ุงู„ูุทุฑ ูุฅู† ุนุฌุฒ ุนู† ุงู„ุฌู…ูŠุน ุงุณุชู‚ุฑุช ุงู„ูƒูุงุฑุฉ ููŠ ุฐู…ุชู‡، ูุฅุฐุง ู‚ุฏุฑ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุฎุตู„ุฉ ู…ู† ุฎุตุงู„ ุงู„ูƒูุงุฑุฉ ูุนู„ู‡ุง

Barang siapa yang berjima pada siang hari bulan ramadhan dalam keadaan sengaja melakukannya dibagian farji, dan dia adalah orang yang wajib untuk berpuasa serta telah berniat melakukan puasa pada malam harinya, dan juga dianggap berdosa melakukan jima tersebut karena berpuasa, maka wajib baginya untuk mengqodho puasanya dan membayar kafarat. Kafarat tersebut adalah dengan cara memerdekakan satu orang budak yang mukmin. 

Didalam sebagian redaksi matan kitab ada disebutkan : Budak yang tidak cacat, yaitu budak yang bisa mengganggu pada saat bekerja dan beraktifitas (karena cacat). Namun jika tidak menemukan seorang budak, maka wajib baginya untuk berpuasa dua bulan berturut-turut. Sedangkan jika tidak mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut, maka wajib baginya untuk memberi maka enam puluh orang miskin dan orang fakir.

Masing-masing dari mereka (yang diberikan makan itu) mendapatkan satu mud, maksudnya dari jenis makanan yang bisa mencukupi pada saat zakat fitrah. Namun jika tidak mampu melakukan semuanya, maka kafarat tersebut tetap menjadi tanggungannya. Dan disaat dia mampu melakukan salah satunya, maka wajib baginya untuk tetap melakukannya (tanpa menggugurkan kafarat yang lainnya).

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 139-140 Maktabah Syamilah)

Kamis, 24 Agustus 2023

FATHUL QARIB - PUASA YANG HARAM & MAKRUH TAHRIM DILAKUKAN


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆูŠุญุฑู… ุตูŠุงู… ุฎู…ุณุฉ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนูŠุฏุงู†) ุฃูŠ ุตูˆู… ูŠูˆู… ุนูŠุฏ ุงู„ูุทุฑ ูˆุนูŠุฏ ุงู„ุฃุถุญู‰ (ูˆุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚) ูˆู‡ูŠ (ุงู„ุซู„ุงุซุฉ) ุงู„ุชูŠ ุจุนุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ، (ูˆูŠูƒุฑู‡) ุชุญุฑูŠู…ุง (ุตูˆู… ูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ) ุจู„ุง ุณุจุจ ูŠู‚ุชุถูŠ ุตูˆู…ู‡. ูˆุฃุดุงุฑ ุงู„ู…ุตู†ู ู„ุจุนุถ ุตูˆุฑ ู‡ุฐุง ุงู„ุณุจุจ ุจู‚ูˆู„ู‡ (ุฅู„ุง ุฃู† ูŠูˆุงูู‚ ุนุงุฏุฉ ู„ู‡) ููŠ ุชุทูˆุนู‡ ูƒู…ู† ุนุงุฏุชู‡ ุตูŠุงู… ูŠูˆู… ูˆุฅูุทุงุฑ ูŠูˆู… ููˆุงูู‚ ุตูˆู…ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ، ูˆู„ู‡ ุตูŠุงู… ูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ ุฃูŠุถุงً ุนู† ู‚ุถุงุก ูˆู†ุฐุฑ، ูˆูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ ู‡ูˆ ูŠูˆู… ุงู„ุซู„ุงุซูŠู† ู…ู† ุดุนุจุงู† ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุฑ ุงู„ู‡ู„ุงู„ ู„ูŠู„ุชู‡ุง ู…ุน ุงู„ุตุญูˆ ุฃูˆ ุชุญุฏุซ ุงู„ู†ุงุณ ุจุฑุคูŠุชู‡، ูˆู„ู… ูŠุนู„ู… ุนุฏู„ ุฑุขู‡ ุฃูˆ ุดู‡ุฏ ุจุฑุคูŠุชู‡ ุตุจูŠุงู† ุฃูˆ ุนุจูŠุฏ ุฃูˆ ูุณู‚ู‡

Diharamkan berpuasa pada lima hari, yaitu pada hari raya idul fitri dan idul adha. Dan juga pada hari-hari tasyrik, yaitu tiga hari setelah hari raya kurban.

Kemudian, dimakruhkan secara tahrim (makruh yang mendekati haram) berpuasa pada hari syak tanpa ada sebab yang melatarbelakangi untuk melakukan puasa pada hari tersebut. Mushonnif (pengarang kitab) memberi isyarat pada sebagian contoh sebab ini dengan pernyataan beliau : Yakni dikecualikan jika kebiasannya berpuasa itu bertepatan pada hari tersebut. Seperti orang yang terbiasa berpuasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari (puasa daud), dan (kebetulan) puasanya bertepatan pada hari syak tersebut. Dan seseorang juga diperbolehkan untuk berpuasa pada hari syak jika yang dilakukan adalah puasa qodho dan puasa nadzar.

Hari syak adalah hari yang bertepatan pada tanggal tiga puluh sya'ban saat hilal tidak terlihat pada malam hari sebelumnya padahal langit dalam keadaan terang, sedangkan orang-orang mengatakan bahwa hilal telah terlihat namun tidak ada orang yang bisa dipercaya bahwa dia telah melihatnyanya. Atau orang yang mengatakan bahwa hilal telah terlihat adalah anak-anak kecil, budak sahaya atau orang-orang fasiq.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 139 Maktabah Syamilah)

Senin, 21 Agustus 2023

FATHUL QARIB - KESUNNAHAN BAGI ORANG YANG BERPUASA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆูŠุณุชุญุจ ููŠ ุงู„ุตูˆู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃุดูŠุงุก) ุฃุญุฏู‡ุง (ุชุนุฌูŠู„ ุงู„ูุทุฑ) ุฅู† ุชุญู‚ู‚ ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณ ูุฅู† ุดูƒ ูู„ุง ูŠุนุฌู„ ุงู„ูุทุฑ، ูˆูŠุณู† ุฃู† ูŠูุทุฑ ุนู„ู‰ ุชู…ุฑ ูˆุฅู„ุง ูู…ุงุก (ูˆ) ุงู„ุซุงู†ูŠ (ุชุฃุฎูŠุฑ ุงู„ุณุญูˆุฑ) ู…ุง ู„ู… ูŠู‚ุน ููŠ ุดูƒ ูู„ุง ูŠุคุฎุฑ، ูˆูŠุญุตู„ ุงู„ุณุญูˆุฑ ุจู‚ู„ูŠู„ ุงู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจ (ูˆ) ุงู„ุซุงู„ุซ (ุชุฑูƒ ุงู„ู‡ุฌุฑ) ุฃูŠ ุงู„ูุญุด (ู…ู† ุงู„ูƒู„ุงู…) ุงู„ูุงุญุด، ููŠุตูˆู† ุงู„ุตุงุฆู… ู„ุณุงู†ู‡ ุนู† ุงู„ูƒุฐุจ ูˆุงู„ุบูŠุจุฉ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ูƒุงู„ุดุชู…، ูˆุฅู† ุดุชู…ู‡ ุฃุญุฏ ูู„ูŠู‚ู„ ู…ุฑุชูŠู† ุฃูˆ ุซู„ุงุซุง: ุฅู†ูŠ ุตุงุฆู… ุฅู…ุง ุจู„ุณุงู†ู‡ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ููŠ ุงู„ุฃุฐูƒุงุฑ، ุฃูˆ ุจู‚ู„ุจู‡ ูƒู…ุง ู†ู‚ู„ู‡ ุงู„ุฑุงูุนูŠ ุนู† ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ูˆุงู‚ุชุตุฑ ุนู„ูŠู‡

Ada tiga perkara yang disunnahkan bagi orang yang berpuasa :

1. Yang pertama adalah segera berbuka jika orang yang berpuasa yakin kalau matahari sudah terbenam. Namun jika dia masih ragu, maka tidak diperbolehkan untuk segera berbuka. Dan disunnahkan pula baginya untuk berbuka dengan kurma kering, namun jika tidak menemukan kurma kering maka disunnahkan untuk berbuka dengan air.

2. Yang ke dua adalah mengakhirkan sahur selama tidak ragu (masuknya waktu shubuh). Namun jika ragu, maka hendaknya dia tidak mengakhirkan sahur. Dan kesunnahan sahur ini sudah bisa didapatkan dengan hanya makan dan minum yang sedikit.

3. Yang ke tiga adalah tidak berkata kotor. Maka dari itu orang yang berpuasa hendaknya menjaga lisannya dari berkata dusta, mengghibah dan selain daripada itu seperti mencela orang lain. Namun jika (melihat) ada seseorang yang mencaci maki dirinya sendiri, maka hendaknya dia berkata dua atau tiga kali : Sesungguhnya aku sedang berpuasa.

Terkadang hal itu diucapkan dengan lisan seperti yang dijelaskan oleh imam Nawawi didalam kitab Al-Adzkar, dan terkadang pula hal itu diucapkan dengan hati sebagaimana yang dinukil oleh imam Ar-Rafi'i dari beberapa imam : Hanya mengucapkannya didalam hati.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 138-139 Maktabah Syamilah)

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆุงู„ุฐูŠ ูŠูุทุฑ ุจู‡ ุงู„ุตุงุฆู… ุนุดุฑุฉ ุฃุดูŠุงุก) ุฃุญุฏู‡ุง ูˆุซุงู†ูŠู‡ุง (ู…ุง ูˆุตู„ ุนู…ุฏุงً ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌูˆู) ุงู„ู…ู†ูุชุญ (ุฃูˆ) ุบูŠุฑ ุงู„ู…ู†ูุชุญ ูƒุงู„ูˆุตูˆู„ ู…ู† ู…ุฃู…ูˆู…ุฉ ุฅู„ู‰ (ุงู„ุฑุฃุณ) ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฅู…ุณุงูƒ ุงู„ุตุงุฆู… ุนู† ูˆุตูˆู„ ุนูŠู† ุฅู„ู‰ ู…ุง ูŠุณู…ู‰ ุฌูˆูุง، (ูˆ) ุงู„ุซุงู„ุซ (ุงู„ุญู‚ู†ุฉ ููŠ ุฃุญุฏ ุงู„ุณุจูŠู„ูŠู†) ูˆู‡ูˆ ุฏูˆุงุก ูŠุญู‚ู† ุจู‡ ุงู„ู…ุฑูŠุถ ููŠ ู‚ุจู„ ุฃูˆ ุฏุจุฑ ุงู„ู…ุนุจุฑ ุนู†ู‡ู…ุง ููŠ ุงู„ู…ุชู† ุจุงู„ุณุจูŠู„ูŠู† (ูˆ) ุงู„ุฑุงุจุน (ุงู„ู‚ูŠุก ุนู…ุฏุง) ูุฅู† ู„ู… ูŠุชุนู…ุฏ ู„ู… ูŠุจุทู„ ุตูˆู…ู‡ ูƒู…ุง ุณุจู‚، (ูˆ) ุงู„ุฎุงู…ุณ (ุงู„ูˆุทุก ุนุงู…ุฏุง) ููŠ ุงู„ูุฑุฌ ูู„ุง ูŠูุทุฑ ุงู„ุตุงุฆู… ุจุงู„ุฌู…ุงุน ู†ุงุณูŠุง ูƒู…ุง ุณุจู‚، (ูˆ) ุงู„ุณุงุฏุณ (ุงู„ุฅู†ุฒุงู„) ูˆู‡ูˆ ุฎุฑูˆุฌ ุงู„ู…ู†ูŠ (ุนู† ู…ุจุงุดุฑุฉ) ุจู„ุง ุฌู…ุงุน ู…ุญุฑู…ุง ูƒุงู† ูƒุฅุฎุฑุงุฌู‡ ุจูŠุฏู‡ ุฃูˆ ุบูŠุฑ ู…ุญุฑู… ูƒุฅุฎุฑุงุฌู‡ ุจูŠุฏ ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ุฌุงุฑูŠุชู‡ ูˆุงุญุชุฑุฒ ุจู…ุจุงุดุฑุฉ ุนู† ุฎุฑูˆุฌ ุงู„ู…ู†ูŠ ุจุงู„ุงุญุชู„ุงู… ูู„ุง ุฅูุทุงุฑ ุจู‡ ุฌุฒู…ุง، (ูˆ) ุงู„ุณุงุจุน ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑ ุงู„ุนุดุฑุฉ (ุงู„ุญูŠุถ ูˆุงู„ู†ูุงุณ ูˆุงู„ุฌู†ูˆู† ูˆุงู„ุฑุฏุฉ) ูู…ุชู‰ ุทุฑุฃ ุดูŠุก ู…ู†ู‡ุง ููŠ ุฃุซู†ุงุก ุงู„ุตูˆู… ุฃุจุทู„ู‡

Hal-hal yang membatalkan puasa itu ada sepuluh perkara. Yang pertama dan yang kedua adalah karena ada sesuatu yang masuk secara disengaja ke dalam tubuh seperti masuk ke dalam kepala dari luka yang tembus ke otak. Yang dimaksud disini adalah orang yang berpuasa harus mencegah masuknya sesuatu ke bagian tubuh yang disebut dengan jauf (yakni lubang).

Yang ke tiga adalah huqnah (menyuntikkan obat) ke bagian salah satu dari qubul dan dubur. Huqnah ini maksudnya adalah obat yang disuntikkan ke dalam tubuh orang yang sakit dari jalan qubul dan dubur seperti yang disebutkan didalam matan kitab dengan kalimat sabilaini (yakni dua jalan).

Yang ke empat adalah muntah secara disengaja, sedangkan jika tidak sengaja maka puasanya tidak batal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Yang ke lima adalah wathi (jima) secara disengaja pada bagian farji. Dengan demikian puasa seseorang tidak akan batal karena melakukan jima dalam keadaan lupa seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Yang ke enam adalah inzal, yakni keluar sperma sebab bersentuhan kulit (dengan perempuan) tanpa melakukan jima. Entah sperma yang keluar tersebut diharamkan seperti mengeluarkan sperma dengan tangannya sendiri, atau yang tidak diharamkan seperti mengeluarkan sperma dengan tangan istri atau budak perempuannya. Adapun kalimat sebab bersentuhan kulit, maka mushonnif (pengarang kitab) mengecualikan keluarnya sperma sebab mimpi basah. Oleh karena itu keluar sperma karena mimpi basah tidak membatalkan puasa.

Dan yang ke tujuh sampai yang ke sepuluh adalah sebab haid, nifas, gila serta murtad. Dengan demikian, barang siapa yang mengalami hal tersebut ditengah-tengah pelaksanaan puasanya, maka batal puasanya.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 137-138 Maktabah Syamilah)

Sabtu, 19 Agustus 2023

FATHUL QARIB - KEFARDHUAN PUASA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆูุฑุงุฆุถ ุงู„ุตูˆู… ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดูŠุงุก) ุฃุญุฏู‡ุง (ุงู„ู†ูŠุฉ) ุจุงู„ู‚ู„ุจ ูุฅู† ูƒุงู† ุงู„ุตูˆู… ูุฑุถุง ูƒุฑู…ุถุงู† ุฃูˆ ู†ุฐุฑุง، ูู„ุง ุจุฏ ู…ู† ุฅูŠู‚ุงุน ุงู„ู†ูŠุฉ ู„ูŠู„ุง، ูˆูŠุฌุจ ุงู„ุชุนูŠูŠู† ููŠ ุตูˆู… ุงู„ูุฑุถ ูƒุฑู…ุถุงู†، ูˆุฃูƒู…ู„ ู†ูŠุฉ ุตูˆู…ู‡ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ุดุฎุต ู†ูˆูŠุช ุตูˆู… ุบุฏ ุนู† ุฃุฏุงุก ูุฑุถ ุฑู…ุถุงู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰، (ูˆ) ุงู„ุซุงู†ูŠ (ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุนู† ุงู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจ) ูˆุฅู† ู‚ู„ ุงู„ู…ุฃูƒูˆู„ ูˆุงู„ู…ุดุฑูˆุจ ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู…ุฏ، ูุฅู† ุฃูƒู„ ู†ุงุณูŠุง ุฃูˆ ุฌุงู‡ู„ุง ู„ู… ูŠูุทุฑ ุฅู† ูƒุงู† ู‚ุฑูŠุจ ุนู‡ุฏ ุจุงู„ุฅุณู„ุงู…، ุฃูˆ ู†ุดุฃ ุจุนูŠุฏุง ุนู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูˆุฅู„ุง ุฃูุทุฑ، (ูˆ) ุงู„ุซุงู„ุซ (ุงู„ุฌู…ุงุน) ุนุงู…ุฏุง ูˆุฃู…ุง ุงู„ุฌู…ุงุน ู†ุงุณูŠุง ููƒุงู„ุฃูƒู„ ู†ุงุณูŠุง، (ูˆ) ุงู„ุฑุงุจุน (ุชุนู…ุฏ ุงู„ู‚ูŠุก) ูู„ูˆ ุบู„ุจู‡ ุงู„ู‚ูŠุก ู„ู… ูŠุจุทู„ ุตูˆู…ู‡

Kefardhuan puasa itu ada empat perkara :

1. Yang pertama adalah berniat didalam hati. Oleh karena itu jika puasa yang dilakukan adalah puasa wajib seperti puasa ramadhan atau puasa nadzar, maka wajib melakukan niat pada malam hari. Dan wajib pula untuk menentukan puasa yang dilakukan pada puasa wajib seperti puasa ramadhan. Niat puasa ramadhan yang paling sempurna adalah dengan seseorang mengucapkan : Nawaitu shouma ghodin 'an adaai fardhi (syahri) romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta'ala.

2. Yang kedua adalah menahan diri dari makan dan minum meskipun yang dimakan dan diminum hanya sedikit, dan hal ini disaat ada unsur kesengajaan. Oleh karena itu jika seseorang yang berpuasa melakukan makan dalam keadaan lupa atau tidak mengetahui hukumnya, maka puasanya tidak batal jika dia adalah orang yang baru masuk islam atau dia adalah orang hidup jauh dari ulama (yang memberikan ketentuan-ketentuan terkait masalah puasa).

3. Yang ke tiga adalah menahan diri dari melakukan jima (secara disengaja). Adapun jika melakukan jima dalam keadaan lupa, maka hukumnya sama seperti makan dalam keadaan lupa (yang tidak membatalkan puasa).

4. Yang ke empat adalah menahan diri dari muntah secara disengaja. Oleh karena itu jika seseorang terpaksa harus muntah (tanpa disengaja), maka puasanya tidak batal.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 136-137 Maktabah Syamilah)

Selasa, 15 Agustus 2023

FATHUL QARIB - PUASA & SYARAT-SYARATNYA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

ูƒุชุงุจ ุจูŠุงู† ุฃุญูƒุงู… ุงู„ุตูŠุงู…، ูˆู‡ูˆ ูˆุงู„ุตูˆู… ู…ุตุฏุฑุงู† ู…ุนู†ุงู‡ู…ุง ู„ุบุฉ ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ، ูˆุดุฑุนุง ุฅู…ุณุงูƒ ุนู† ู…ูุทุฑ ุจู†ูŠุฉ ู…ุฎุตูˆุตุฉ ุฌู…ูŠุน ู†ู‡ุงุฑ ู‚ุงุจู„ ู„ู„ุตูˆู… ู…ู† ู…ุณู„ู… ุนุงู‚ู„ ุทุงู‡ุฑ ู…ู† ุญูŠุถ ูˆู†ูุงุณ (ูˆุดุฑุงุฆุท ูˆุฌูˆุจ ุงู„ุตูŠุงู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃุดูŠุงุก) ูˆููŠ ุจุนุถ ุงู„ู†ุณุฎ ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดูŠุงุก: (ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุงู„ุจู„ูˆุบ ูˆุงู„ุนู‚ู„ ูˆุงู„ู‚ุฏุฑุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุตูˆู…) ูˆู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุณุงู‚ุท ุนู„ู‰ ู†ุณุฎุฉ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ، ูู„ุง ูŠุฌุจ ุงู„ุตูˆู… ุนู„ู‰ ุฃุถุฏุงุฏ ุฐู„ูƒ

Bab yang menjelaskan tentang hukum-hukum puasa. Lafadz (shiyam dan) saum adalah bentuk kalimat asal (atau masdar) yang secara bahasa makna keduanya memiliki arti menahan. Adapun secara syariat adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa dengan disertai niat khusus sepanjang siang hari, yakni yang bisa menerima ibadah puasa dari seorang muslim yang berakal dan suci dari haid serta nifas.

Dan syarat-syarat wajib puasa itu ada tiga perkara, sedangkan didalam sebagian redaksi matan disebutkan ada empat perkara. Yakni islam, baligh, berakal dan (mampu) berpuasa. Adapun hal ini (yakni mampu berpuasa) itu tidak tercantum didalam redaksi yang mengatakan syaratnya ada tiga perkara. Oleh karena itu puasa tidak wajib bagi orang yang memiliki sifat sebaliknya.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 136 Maktabah Syamilah)

Minggu, 06 Agustus 2023

FATHUL QARIB - MENGUBURKAN JENAZAH


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆูŠุฏูู†) ุงู„ู…ูŠุช (ููŠ ู„ุญุฏ ู…ุณุชู‚ุจู„ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ) ูˆุงู„ู„ุญุฏ ุจูุชุญ ุงู„ู„ุงู… ูˆุถู…ู‡ุง ูˆุณูƒูˆู† ุงู„ุญุงุก ู…ุง ูŠุญูุฑ ููŠ ุฃุณูู„ ุฌุงู†ุจ ุงู„ู‚ุจุฑ ู…ู† ุฌู‡ุฉ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ู‚ุฏุฑ ู…ุง ูŠุณุน ุงู„ู…ูŠุช ูˆูŠุณุชุฑู‡، ูˆุงู„ุฏูู† ููŠ ุงู„ู„ุญุฏ ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุฏูู† ููŠ ุงู„ุดู‚ ุฅู† ุตู„ุจุช ุงู„ุฃุฑุถ ูˆุงู„ุดู‚ ุฃู† ูŠุญูุฑ ููŠ ูˆุณุท ุงู„ู‚ุจุฑ ูƒุงู„ู†ู‡ุฑ، ูˆูŠุจู†ูŠ ุฌุงู†ุจุงู‡ ูˆูŠูˆุถุน ุงู„ู…ูŠุช ุจูŠู†ู‡ู…ุง، ูˆูŠุณู‚ู ุนู„ูŠู‡ ุจู„ุจู† ูˆู†ุญูˆู‡، ูˆูŠูˆุถุน ุงู„ู…ูŠุช ุนู†ุฏ ู…ุคุฎุฑ ุงู„ู‚ุจุฑ ูˆููŠ ุจุนุถ ุงู„ู†ุณุฎ ุจุนุฏ ู…ุณุชู‚ุจู„ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ุฒูŠุงุฏุฉ، ูˆู‡ูŠ ูˆูŠุณู„ ู…ู† ู‚ุจู„ ุฑุฃุณู‡ ุณู„ุง ุจุฑูู‚ ู„ุง ุจุนู†ู، ูˆูŠู‚ูˆู„ ุงู„ุฐูŠ ูŠู„ุญุฏู‡: ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ู…ู„ุฉ ูˆุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡

(Saat menguburkan), seorang jenazah dikuburkan didalam (liang) lahad dengan menghadap kiblat. Adapun lahad yang huruf lamnya dibaca fathah dan dhomah, kemudian huruf ha yang dibaca sukun, adalah bagian yang digali disisi liang kubur bagian bawah diarah kiblat yang kurang lebih seukuran (orang yang) bisa memuat dan menutupi jenazah.

Dan mengubur didalam lahad itu lebih utama daripada mengubur didalam syiq jika keadaan tanahnya keras. Adapun syiqq adalah galian yang berada pada bagian tengah liang kubur yang berbentuk seperti selokan air. Dibangun kedua sisinya, kemudian mayat diletakkan diantara kedua sisi tersebut dan ditutup dengan bata mentah atau sejenisnya.

Sebelum dimasukkan, maka jenazah diletakkan disisi belakang. Didalam sebagian redaksi, setelah tercantum kalimat “menghadap kiblat” itu ada tambahan keterangan yang bunyinya : Jenazah diturunkan ke liang kubur dimulai dari arah kepalanya, maksudnya dimasukkan dengan cara yang halus, tidak kasar. Dan orang yang memasukkan jenazah ke liang lahad maka dianjurkan untuk membaca : Bismillahi wa 'alaa millati rasuulillahi shallallahu 'alaihi wasallam.

(ูˆูŠุถุฌุน ููŠ ุงู„ู‚ุจุฑ ุจุนุฏ ุฃู† ูŠุนู…ู‚ ู‚ุงู…ุฉ ูˆุจุณุทุฉ) ูˆูŠูƒูˆู† ุงู„ุฅุถุฌุงุน ู…ุณุชู‚ุจู„ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ุนู„ู‰ ุฌู†ุจู‡ ุงู„ุฃูŠู…ู†، ูู„ูˆ ุฏูู† ู…ุณุชุฏุจุฑ ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ุฃูˆ ู…ุณุชู„ู‚ูŠุงً ู†ุจุด ูˆูˆุฌู‡ ู„ู„ู‚ุจู„ุฉ ู…ุง ู„ู… ูŠุชุบูŠุฑ (ูˆูŠุณุทุญ ุงู„ู‚ุจุฑ) ูˆู„ุง ูŠุณู†ู… (ูˆู„ุง ูŠุจู†ูŠ ุนู„ูŠู‡ ูˆู„ุง ูŠุฌุตุต) ุฃูŠ ูŠูƒุฑู‡ ุชุฌุตูŠุตู‡ ุจุงู„ุฌุต، ูˆู‡ูˆ ุงู„ู†ูˆุฑุฉ ุงู„ู…ุณู…ุงุฉ ุจุงู„ุฌูŠุฑ (ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุจุงู„ุจูƒุงุก ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูŠุช) ุฃูŠ ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุจูƒุงุก ุนู„ูŠู‡ ู‚ุจู„ ุงู„ู…ูˆุช ูˆุจุนุฏู‡ ูˆุชุฑูƒู‡ ุฃูˆู„ู‰ ูˆูŠูƒูˆู† ุงู„ุจูƒุงุก ุนู„ูŠู‡ (ู…ู† ุบูŠุฑ ู†ูˆุญ) ุฃูŠ ุฑูุน ุตูˆุช ุจุงู„ู†ุฏุจ (ูˆู„ุง ุดู‚ ุซูˆุจ) ูˆููŠ ุจุนุถ ุงู„ู†ุณุฎ ุฌูŠุจ ุจุฏู„ ุซูˆุจ ูˆุงู„ุฌูŠุจ ุทูˆู‚ ุงู„ู‚ู…ูŠุต

Kemudian jenazah diletakkan didalam kubur dengan posisi tidur miring setelah kubur tersebut digali sedalam ukuran orang yang berdiri dan orang yang melambaikan tangan. Dan posisi tidur miring tersebut harus dengan menghadap kiblat serta bertumpuh pada lambung jenazah sebelah kanan. Oleh karena itu seandainya jenazah dikubur dengan posisi membelakangi kiblat atau telentang, maka wajib digali lagi dan dihadapkan ke arah kiblat selama jenazah tersebut belum berubah (posisi dan juga keadaan tubuhnya).

Lalu bentuk kubur tersebut harus diratakan, tidak dengan cara dibentuk seperti punuk unta, kemudian tidak dibangun dan tidak ditajshish, maksudnya makruh mentajshish­ kuburan dengan gamping. Tajshis ini adalah kapur yang diberi nama dengan gamping. 

Dan tidak apa-apa menangisi jenazah entah itu sebelum atau setelah meninggal dunia, namun tidak menangisinya itu lebih utama. (Dan jika menangisi) maka orang yang menangisi jenazah jangan sampai berteriak-teriak disertai mengeluh serta tidak sampai menyobek pakaian. Didalam sebagian redaksi matan menggunakan kalimat jaib sebagai ganti tsaub. Jaib ini maksudnya adalah kerah baju qomish.

(ูˆูŠุนุฒูŠ ุฃู‡ู„ู‡) ุฃูŠ ุฃู‡ู„ ุงู„ู…ูŠุช ุตุบูŠุฑู‡ู… ูˆูƒุจูŠุฑู‡ู… ุฐูƒุฑู‡ู… ูˆุฃู†ุซุงู‡ู… ุฅู„ุง ุงู„ุดุงุจุฉ ูู„ุง ูŠุนุฒูŠู‡ุง ุฅู„ุง ู…ุญุงุฑู…ู‡ุง، ูˆุงู„ุชุนุฒูŠุฉ ุณู†ุฉ ู‚ุจู„ ุงู„ุฏูู† ูˆุจุนุฏู‡ (ุฅู„ู‰ ุซู„ุงุซุฉ ุฃูŠุงู… ู…ู†) ุจุนุฏ (ุฏูู†ู‡) ุฅู† ูƒุงู† ุงู„ู…ุนุฒูŠ، ูˆุงู„ู…ุนุฒูŠ ุญุงุถุฑูŠู† ูุฅู† ูƒุงู† ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุบุงุฆุจุง ุงู…ุชุฏุช ุงู„ุชุนุฒูŠุฉ ุฅู„ู‰ ุญุถูˆุฑู‡. ูˆุงู„ุชุนุฒูŠุฉ ู„ุบุฉ ุงู„ุชุณู„ูŠุฉ ู„ู…ู† ุฃุตูŠุจ ุจู…ู† ูŠุนุฒ ุนู„ูŠู‡، ูˆุดุฑุนุง ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุตุจุฑ ูˆุงู„ุญุซ ุนู„ูŠู‡ ุจูˆุนุฏ ุงู„ุฃุฌุฑ، ูˆุงู„ุฏุนุงุก ู„ู„ู…ูŠุช ุจุงู„ู…ุบูุฑุฉ، ูˆู„ู„ู…ุตุงุจ ุจุฌุจุฑ ุงู„ู…ุตูŠุจุฉ، (ูˆู„ุง ูŠุฏูู† ุงุซู†ุงู† ููŠ ู‚ุจุฑ) ูˆุงุญุฏ (ุฅู„ุง ู„ุญุงุฌุฉ) ูƒุถูŠู‚ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆูƒุซุฑุฉ ุงู„ู…ูˆุชู‰

(Kemudian disunnahkan untuk) berta'ziyah kepada keluarga jenazah entah itu yang kecil, yang besar, laki-laki ataupun perempuan kecuali perempuan muda (yang dikhawatirkan timbul fitnah). Maka tidak (disunnahkan) untuk berta'ziyah kepada perempuan muda selain orang-orang yang memiliki ikatan mahram dengannya. 

Berta'ziyah ini sunnah dilakukan sebelum dan setelah dilakukan pemakaman sampai tiga hari terhitung sejak setelah pemakaman jika orang yang berta'ziyah dan yang dita'ziyahi tidak sedang safar (atau bepergian). Dan jika salah satunya sedang tidak ada ditempat, maka waktu kesunnahan berta'ziyah tetap terus berlangsung sampai kedatangannya.

Secara bahasa, ta'ziyah ini artinya adalah menghibur orang yang terkena musibah sebab (ditinggal) oleh orang yang dikasihinya. Sedangkan secara syariat adalah perintah dan dorongan untuk bersabar dengan menjanjikan pahala serta berdoa untuk jenazah agar mendapat ampunan, dan juga untuk orang yang terkena musibah agar musibahnya mendapatkan ganti yang lebih baik. 

Dan tidak diperbolehkan menguburkan dua orang didalam satu liang lahad kecuali karena adanya hajat semisal sempitnya lahan dan terlalu banyaknya orang yang meninggal dunia.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 116-118 Maktabah Syamilah)

Jumat, 04 Agustus 2023

FATHUL QARIB - MENSHOLATKAN JENAZAH


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(ูˆูŠูƒุจุฑ ุนู„ูŠู‡) ุฃูŠ ุงู„ู…ูŠุช ุฅุฐุง ุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ (ุฃุฑุจุน ุชูƒุจูŠุฑุงุช) ุจุชูƒุจูŠุฑุฉ ุงู„ุฅุญุฑุงู…، ูˆู„ูˆ ูƒุจุฑ ุฎู…ุณุง ู„ู… ุชุจุทู„، ู„ูƒู† ู„ูˆ ุฎู…ุณ ุฅู…ุงู…ู‡ ู„ู… ูŠุชุงุจุนู‡ ุจู„ ูŠุณู„ู… ุฃูˆ ูŠู†ุชุธุฑู‡ ู„ูŠุณู„ู… ู…ุนู‡ ูˆู‡ูˆ ุฃูุถู„ ูˆ(ูŠู‚ุฑุฃ) ุงู„ู…ุตู„ูŠ (ุงู„ูุงุชุญุฉ ุจุนุฏ) ุงู„ุชูƒุจูŠุฑุฉ (ุงู„ุฃูˆู„ู‰) ูˆูŠุฌูˆุฒ ู‚ุฑุงุกุชู‡ุง ุจุนุฏ ุบูŠุฑ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ (ูˆูŠุตู„ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุจุนุฏ) ุงู„ุชูƒุจูŠุฑุฉ (ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ) ูˆุฃู‚ู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ، (ูˆูŠุฏุนูˆ ู„ู„ู…ูŠุช ุจุนุฏ ุงู„ุซุงู„ุซุฉ) ูˆุฃู‚ู„ ุงู„ุฏุนุงุก ู„ู„ู…ูŠุช، ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู‡

Saat mensholatkan jenazah, seseorang membaca takbir sebanyak empat kali beserta dengan takbiratul ihram. Dan seandainya dia membaca takbir lima kali, maka sholatnya tidak batal. Akan tetapi jika imamnya membaca takbir lima kali, maka dia tidak perlu mengikutinya. Namun dia melakukan salam sendiri atau menunggu imam kemudian melakukan salam bersamanya, ini yang lebih utama.

Kemudian, membaca surah Al-Fatihah setelah takbir yang pertama. Dan diperbolehkan membaca surah Al-Fatihah setelah takbir selain yang pertama. Lalu membaca sholawat kepada nabi setelah takbir yang kedua, dan paling sedikitnya bacaan sholawat kepada nabi adalah Allahumma sholli 'alaa Muhammad. Selanjutnya berdoa untuk jenazah setelah takbir yang ketiga, dan paling sedikitnya bacaan doa tersebut adalah Allahummaghfirlahu.

ูˆูŠู‚ูˆู„ ููŠ ุงู„ุฑุงุจุนุฉ ุงู„ู„ู‡ู… ู„ุง ุชุญุฑู…ู†ุง ุฃุฌุฑู‡ ูˆู„ุง ุชูุชู†ุง ุจุนุฏู‡، ูˆุงุบูุฑ ู„ู†ุง ูˆู„ู‡ ูˆูŠุณู„ู…) ุงู„ู…ุตู„ูŠ (ุจุนุฏ) ุงู„ุชูƒุจูŠุฑุฉ (ุงู„ุฑุงุจุนุฉ) ูˆุงู„ุณู„ุงู… ู‡ู†ุง، ูƒุงู„ุณู„ุงู… ููŠ ุตู„ุงุฉ ุบูŠุฑ ุงู„ุฌู†ุงุฒุฉ ููŠ ูƒูŠููŠุชู‡ ูˆุนุฏุฏู‡، ู„ูƒู† ูŠุณุชุญุจ ู‡ู†ุง ุฒูŠุงุฏุฉ ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Dan setelah takbir yang ke empat dilanjutkan dengan membaca doa : Allahumma laa tahrimna ajrohu, wa laa taftinna ba'dahu waghfirlanaa wa lahu. Kemudian setelah itu melakukan salam setelah takbir yang ke empat. Adapun bacaan salam didalam sholat jenazah ini adalah sama seperti halnya bacaan salam selain didalam sholat jenazah dalam tata cara dan jumlahnya, akan tetapi disini disunnahkan untuk menambahkan lafadz warohmatulloh wabarokatuh.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 114-116 Maktabah Syamilah)

Rabu, 02 Agustus 2023

FATHUL QARIB - MEMANDIKAN & MENGKAFANI JENAZAH


MEMANDIKAN JENAZAH

(ูˆูŠุบุณู„ ุงู„ู…ูŠุช ูˆุชุฑุง) ุซู„ุงุซุง ุฃูˆ ุฎู…ุณุง ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฐู„ูƒ (ูˆูŠูƒูˆู† ููŠ ุฃูˆู„ ุบุณู„ู‡ ุณุฏุฑ) ุฃูŠ ูŠุณู† ุฃู† ูŠุณุชุนูŠู† ุงู„ุบุงุณู„ ููŠ ุงู„ุบุณู„ุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ุบุณู„ุงุช ุงู„ู…ูŠุช ุจุณุฏุฑ ุฃูˆ ุฎุทู…ูŠ، (ูˆ) ูŠูƒูˆู† (ููŠ ุขุฎุฑู‡) ุฃูŠ ุขุฎุฑ ุบุณู„ ุงู„ู…ูŠุช ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุญุฑู… (ุดูŠุก) ู‚ู„ูŠู„ (ู…ู† ูƒุงููˆุฑ) ุจุญูŠุซ ู„ุง ูŠุบูŠุฑ ุงู„ู…ุงุก. ูˆุงุนู„ู… ุฃู† ุฃู‚ู„ ุบุณู„ ุงู„ู…ูŠุช ุชุนู…ูŠู… ุจุฏู†ู‡ ุจุงู„ู…ุงุก ู…ุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉ، ูˆุฃู…ุง ุฃูƒู…ู„ู‡ ูู…ุฐูƒูˆุฑ ููŠ ุงู„ู…ุจุณูˆุทุงุช

Seorang jenazah itu dimandikan dengan memakai hitungan ganjil semisal tiga, lima atau lebih dari itu. Pada awal basuhannya dipakaikan daun bidara, maksudnya adalah disunnahkan bagi orang yang memandikan untuk menggunakan daun bidara atau daun pohon asam pada basuhan yang pertama dari basuhan-basuhan tersebut.

Dan pada akhir basuhan selain jenazah yang sedang melaksanakan ihram, maka disunnahkan untuk menggunakan sedikit kapur barus yang sekiranya tidak akan sampai merubah sifat-sifat air.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya minimal memandikan jenazah itu adalah dengan meratakan seluruh badannya dengan air sebanyak satu kali. Sedangkan memandikannya yang paling sempurna, maka telah dijelaskan dikitab-kitab yang luas penjelasannya.

MENGKAFANI JENAZAH

(ูˆูŠูƒูู†) ุงู„ู…ูŠุช ุฐูƒุฑุง ูƒุงู† ุฃูˆ ุฃู†ุซู‰ ุจุงู„ุบุง ูƒุงู† ุฃูˆ ู„ุง (ููŠ ุซู„ุงุซุฉ ุฃุซูˆุงุจ ุจูŠุถ) ูˆุชูƒูˆู† ูƒู„ู‡ุง ู„ูุงุฆู ู…ุชุณุงูˆูŠุฉ ุทูˆู„ุง ูˆุนุฑุถุง ุชุฃุฎุฐ ูƒู„ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู†ู‡ุง ุฌู…ูŠุน ุงู„ุจุฏู† (ู„ูŠุณ ููŠู‡ุง ู‚ู…ูŠุต ูˆู„ุง ุนู…ุงู…ุฉ) ูˆุฅู† ูƒูู† ุงู„ุฐูƒุฑ ููŠ ุฎู…ุณุฉ ูู‡ูŠ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑุฉ ูˆู‚ู…ูŠุต ูˆุนู…ุงู…ุฉ، ุฃูˆ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ููŠ ุฎู…ุณุฉ ูู‡ูŠ ุฅุฒุงุฑ ูˆุฎู…ุงุฑ ูˆู‚ู…ูŠุต ูˆู„ูุงูุชุงู†، ูˆุฃู‚ู„ ุงู„ูƒูู† ุซูˆุจ ูˆุงุญุฏ ูŠุณุชุฑ ุนูˆุฑุฉ ุงู„ู…ูŠุช ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุตุญ ููŠ ุงู„ุฑูˆุถุฉ ูˆุดุฑุญ ุงู„ู…ู‡ุฐุจ، ูˆูŠุฎุชู„ู ุจุฐูƒูˆุฑุฉ ุงู„ู…ูŠุช ูˆุฃู†ูˆุซุชู‡، ูˆูŠูƒูˆู† ุงู„ูƒูู† ู…ู† ุฌู†ุณ ู…ุง ูŠู„ุจุณู‡ ุงู„ุดุฎุต ููŠ ุญูŠุงุชู‡

Jenazah (seorang laki-laki atau perempuan) entah sudah baligh atau belum, maka dikafani memakai tiga lembar kain putih. Kesemuanya itu adalah lembaran-lembaran kain yang sama panjang dan lebarnya, dan masing-masing (dari kain tersebut) bisa menutup semua bagian badan. Kemudian pada kafan-kafan tersebut tidak disertakan baju kurung serta surban.

Adapun jika jenazah laki-laki akan dikafani, maka dengan memakai tiga lembar kain tersebut, lalu baju kurung dan surban. Sedangkan untuk jenazah perempuan, maka dengan menggunakan jarik, kerudung, baju kurung dan ditambah dua lembar kain.

Minimal kafan ini adalah satu lembar kain yang bisa menutup auratnya jenazah menurut pendapat yang shohih didalam kitab Ar-Raudhah dan Majmu' Syarah Muhadzdzab. Adapun ukurannya, itu berbeda-beda sesuai dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan si jenazah. Dan kafan itu dipakaikan dari jenis kain yang biasa digunakan seseorang saat masih hidup.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 113-114 Maktabah Syamilah)

Selasa, 01 Agustus 2023

FATHUL QARIB - JENAZAH YANG TIDAK DISHOLATKAN


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

ุฃุญุฏู‡ู…ุง (ุงู„ุดู‡ูŠุฏ ููŠ ู…ุนุฑูƒุฉ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู†) ูˆู‡ูˆ ู…ู† ู…ุงุช ููŠ ู‚ุชุงู„ ุงู„ูƒูุงุฑ ุจุณุจุจู‡ ุณูˆุงุก ู‚ุชู„ู‡ ูƒุงูุฑ ู…ุทู„ู‚ุง ุฃูˆ ู…ุณู„ู… ุฎุทุฃ، ุฃูˆ ุนุงุฏ ุณู„ุงุญู‡ ุฅู„ูŠู‡ ุฃูˆ ุณู‚ุท ุนู† ุฏุงุจุชู‡ ุฃูˆ ู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ، ูุฅู† ู…ุงุช ุจุนุฏ ุงู†ู‚ุถุงุก ุงู„ู‚ุชุงู„ ุจุฌุฑุงุญุฉ ููŠู‡ ูŠู‚ุทุน ุจู…ูˆุชู‡ ู…ู†ู‡ุง، ูุบูŠุฑ ุดู‡ูŠุฏ ููŠ ุงู„ุฃุธู‡ุฑ ูˆูƒุฐุง ู„ูˆ ู…ุงุช ููŠ ู‚ุชุงู„ ุงู„ุจุบุงุฉ ุฃูˆ ู…ุงุช ููŠ ุงู„ู‚ุชุงู„ ู„ุง ุจุณุจุจ ุงู„ู‚ุชุงู„

(Jenazah yang tidak disholati) yang pertama adalah orang yang mati syahid saat sedang perang melawan orang-orang musyrik, orang itu adalah orang yang gugur saat perang melawan orang-orang kafir. Entah kondisinya itu dibunuh oleh orang kafir secara mutlak, atau oleh orang muslim karena (salah sasaran), atau karena senjatanya yang mengenai dirinya sendiri, atau karena jatuh dari kendaraan dan sejenisnya (maka dia adalah syahid).

Dan jika ada seseorang yang meninggal dunia setelah pertempuran selesai sebab luka-luka saat bertempur, yang mana hal itu dipastikan akan menyebabkan dia meninggal dunia, maka pada saat itu dia tidak tergolong sebagai orang yang mati syahid menurut pendapat yang unggul. Demikian halnya (tidak disebut syahid) yakni seandainya seseorang meninggal dunia saat bertempur melawan pemberontak, atau meninggal dunia saat bertempur melawan orang kafir namun bukan disebabkan pertempuran.

(ูˆ) ุงู„ุซุงู†ูŠ (ุงู„ุณู‚ุท ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠุณุชู‡ู„) ุฃูŠ ู„ู… ูŠุฑูุน ุตูˆุชู‡ (ุตุงุฑุฎุง) ูุฅู† ุงุณุชู‡ู„ ุตุงุฑุฎุง ุฃูˆ ุจูƒู‰ ูุญูƒู…ู‡ ูƒุงู„ูƒุจูŠุฑ، ูˆุงู„ุณู‚ุท ุจุชุซู„ูŠุซ ุงู„ุณูŠู† ุงู„ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุงุฒู„ ู‚ุจู„ ุชู…ุงู…ู‡ ู…ุฃุฎูˆุฐ ู…ู† ุงู„ุณู‚ูˆุท

Yang kedua adalah bayi keguguran yang tidak mengeluarkan suara keras saat dilahirkan. Dan jika bayi tersebut sempat mengeluarkan suara atau menangis, maka dia seperti jenazah orang dewasa (dalam tatacara mengurus jenazahnya). Bayi keguguran yang dalam bahasa arab disebut dengan siqth adalah bayi yang terlahir sebelum sempurna bentuknya. Dan lafadz siqth ini diambil dari lafadz as-suquth yang artinya adalah gugur.

๐Ÿ“• (Fathul Qarib, hlm. 112-113 Maktabah Syamilah)

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : ูˆุงู„ุฌู…ุงุน ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุชูุณุฏ ุจู‡ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุงู„ู…ูุฑุฏุฉ ุฃู…ุง ุงู„ุชูŠ ููŠ ุถู…ู† ุญุฌ ููŠ ู‚ุฑุงู†، ูู‡ูŠ ุชุงุจุนุฉ ู„ู‡ ุตุญุฉ ูˆูุณ...