Kamis, 13 Juli 2023

FATHUL QARIB - WAKTU YANG MAKRUH TAHRIM UNTUK MELAKUKAN SHOLAT


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في الأوقات التي تكره الصلاة فيها تحريما كما في الروضة، وشرح المهذب هنا وتنزيها كما في التحقيق، وشرح المهذب في نواقض الوضوء

Pasal terkait waktu-waktu yang dimakruhkan melakukan sholat secara makruh tahrim (makruh yang mendekati haram) seperti keterangan didalam kitab Ar-Raudhah dan kitab Majmu' Syarah Muhadzdzab didalam bab ini. Dan makruh tanzih seperti keterangan didalam kitab At-Tahqiq dan kitab Majmu' Syarah Muhadzdzab didalam bab hal-hal yang membatalkan wudhu.

(وخمسة أوقات لا يصلي فيها إلا صلاة لها سبب) إما متقدم كالفائتة أو مقارن كصلاة الكسوف والاستسقاء، فالأول من الخمسة الصلاة التي لا سبب لها إذا فعلت (بعد صلاة الصبح) وتستمر الكراهة (حتى تطلع الشمس و) الثاني الصلاة (عند طلوعها) فإذا طلعت (حتى تتكامل وترتفع قدر رمح) في رأي العين

Ada lima waktu yang dimakruhkan (tahrim) untuk melakukan sholat pada waktu itu kecuali sholat yang memiliki sebab. Terkadang ada sebab yang terjadi sebelum pelaksanaan sholat seperti sholat yang (pernah) ditinggalkan, atau sebab yang bersamaan dengan pelaksanaan sholat seperti sholat gerhana dan sholat istisqo.

1. SETELAH SHUBUH SAMPAI MATAHARI TERBIT.

Yang pertama dari lima waktu tersebut adalah sholat yang tidak memiliki sebab disaat dikerjakan setelah sholat shubuh, dan hukum makruh (tahrim) tersebut tetap ada sampai dengan terbitnya matahari.

2. SAAT MATAHARI TERBIT.

Yang kedua adalah saat terbitnya matahari sampai keluar secara sempurna dan naik kurang lebih setinggi satu tombak sesuai dengan pandangan mata.

(و) الثالث الصلاة (إذا استوت حتى تزول) عن وسط السماء ويستثنى من ذلك يوم الجمعة، فلا تكره الصلاة فيه وقت الاستواء. وكذا حرم مكة المسجد وغيره، فلا تكره الصلاة فيه في هذه الأوقات كلها سواء صلى سنة الطواف أو غيرها (و) الرابع من (بعد صلاة العصر حتى تغرب الشمس و) الخامس (عند الغروب) للشمس إذا دنت للغروب (حتى يتكامل غروبها)

3. SHOLAT PADA WAKTU ISTIWA.

Yang ketiga adalah saat matahari tepat ditengah-tengah langit sampai bergeser (sedikit) dari tengah-tengah langit. Namun dikecualikan pada hari jum'at, maka tidak dimakruhkan melakukan sholat pada hari jum'at dengan tepat pada waktu istiwa. Begitu juga dengan daerah mekkah entah masjid atau yang lainnya, maka tidak dimakruhkan melakukan sholat disana pada semua waktu-waktu ini baik itu sholat sunnah thawaf ataupun yang lainnya.

4. SETELAH SHOLAT ASHAR.

Yang ke empat adalah setelah melakukan sholat ashar sampai terbenamnya matahari.

5. SAAT TERBENAM MATAHARI.

Dan yang ke lima adalah saat terbenamnya matahari, yaitu disaat mendekati terbenam sampai terbenam sempurna.

📕 (Fathul Qarib, hlm. 91-92 Maktabah Syamilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...