MEMANDIKAN JENAZAH
(ويغسل الميت وترا) ثلاثا أو خمسا أو أكثر من ذلك (ويكون في أول غسله سدر) أي يسن أن يستعين الغاسل في الغسلة الأولى من غسلات الميت بسدر أو خطمي، (و) يكون (في آخره) أي آخر غسل الميت غير المحرم (شيء) قليل (من كافور) بحيث لا يغير الماء. واعلم أن أقل غسل الميت تعميم بدنه بالماء مرة واحدة، وأما أكمله فمذكور في المبسوطات
Seorang jenazah itu dimandikan dengan memakai hitungan ganjil semisal tiga, lima atau lebih dari itu. Pada awal basuhannya dipakaikan daun bidara, maksudnya adalah disunnahkan bagi orang yang memandikan untuk menggunakan daun bidara atau daun pohon asam pada basuhan yang pertama dari basuhan-basuhan tersebut.
Dan pada akhir basuhan selain jenazah yang sedang melaksanakan ihram, maka disunnahkan untuk menggunakan sedikit kapur barus yang sekiranya tidak akan sampai merubah sifat-sifat air.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya minimal memandikan jenazah itu adalah dengan meratakan seluruh badannya dengan air sebanyak satu kali. Sedangkan memandikannya yang paling sempurna, maka telah dijelaskan dikitab-kitab yang luas penjelasannya.
MENGKAFANI JENAZAH
(ويكفن) الميت ذكرا كان أو أنثى بالغا كان أو لا (في ثلاثة أثواب بيض) وتكون كلها لفائف متساوية طولا وعرضا تأخذ كل واحدة منها جميع البدن (ليس فيها قميص ولا عمامة) وإن كفن الذكر في خمسة فهي الثلاثة المذكورة وقميص وعمامة، أو المرأة في خمسة فهي إزار وخمار وقميص ولفافتان، وأقل الكفن ثوب واحد يستر عورة الميت على الأصح في الروضة وشرح المهذب، ويختلف بذكورة الميت وأنوثته، ويكون الكفن من جنس ما يلبسه الشخص في حياته
Jenazah (seorang laki-laki atau perempuan) entah sudah baligh atau belum, maka dikafani memakai tiga lembar kain putih. Kesemuanya itu adalah lembaran-lembaran kain yang sama panjang dan lebarnya, dan masing-masing (dari kain tersebut) bisa menutup semua bagian badan. Kemudian pada kafan-kafan tersebut tidak disertakan baju kurung serta surban.
Adapun jika jenazah laki-laki akan dikafani, maka dengan memakai tiga lembar kain tersebut, lalu baju kurung dan surban. Sedangkan untuk jenazah perempuan, maka dengan menggunakan jarik, kerudung, baju kurung dan ditambah dua lembar kain.
Minimal kafan ini adalah satu lembar kain yang bisa menutup auratnya jenazah menurut pendapat yang shohih didalam kitab Ar-Raudhah dan Majmu' Syarah Muhadzdzab. Adapun ukurannya, itu berbeda-beda sesuai dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan si jenazah. Dan kafan itu dipakaikan dari jenis kain yang biasa digunakan seseorang saat masih hidup.
📕 (Fathul Qarib, hlm. 113-114 Maktabah Syamilah)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar