Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :
والتكبير على قسمين: مرسل وهو ما لا يكون عقب صلاة. ومقيد وهو ما يكون عقبها. وبدأ المصنف بالأول فقال (ويكبر) ندباً كل من ذكر وأنثى وحاضر ومسافر في المنازل، والطرق والمساجد والأسواق. (من غروب الشمس من ليلة العيد) أي عيد الفطر ويستمر هذا التكبير (إلى أن يدخل الإمام في الصلاة) للعيد ولا يسن التكبير ليلة عيد الفطر عقب الصلوات، ولكن النووي في الأذكار اختار أنه سنة. ثم شرع في التكبير المقيد فقال، (و) يكبر (في) عيد (الأضحى خلف الصلوات المفروضات) من مؤداة وفائتة وكذا خلف راتبة، ونفل مطلق وصلاة جنازة (من صبح يوم عرفة إلى العصر من آخر أيام التشريق
Takbir itu terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah takbir mursal, yaitu takbir yang tidak dilaksanakan setelah sholat. Kemudian yang kedua adalah takbir muqoyyad, yaitu takbir yang dilaksanakan setelah sholat. Mushonnif (pengarang kitab) memulainya dengan menjelaskan takbir pertama dengan pernyataan beliau : Untuk setiap orang laki-laki, perempuan, orang yang berada dirumah dan musafir, maka disunnahkan untuk membaca takbir dirumah-rumah, dijalan-jalan, dimasjid-masjid dan dipasar-pasar mulai sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya, yakni hari raya idul fitri.
Kesunnahan takbir ini tetap berlangsung sampai imam mulai melaksanakan sholat ied, namun tidak disunnahkan membaca takbir setelah pelaksanaan sholat pada malam hari raya idul fitri. Akan tetapi didalam kitab Al-Adzkar imam Nawawi lebih memilih pendapat yang menyatakan bahwa takbir tersebut (tetap) disunnahkan.
Kemudian mushonnif (pengarang kitab) beranjak menjelaskan takbir muqoyyad dengan pernyataan beliau : Disunnahkan membaca takbir saat hari raya idul adha setelah melaksanakan sholat-sholat fardhu entah itu sholat yang ada'an ataupun qodho'an. Demikian juga setelah sholat rawatib, setelah sholat sunnah mutlak dan setelah sholat jenazah yaitu mulai waktu shubuh hari arafah sampai waktu ashar pada akhir hari tasyrik.
Bacaan takbirnya adalah sebagai berikut :
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَّقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
📕 (Fathul Qarib, hlm. 102-103 Maktabah Syamilah)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar