Rabu, 05 Juli 2023

FATHUL QARIB - PERKARA YANG MEWAJIBKAN MANDI BESAR


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في موجب الغسل، والغسل لغة سيلان الماء على الشيء مطلقا وشرعا سيلانه على جميع البدن بنية مخصوصة (والذي يوجب الغسل ستة أشياء ثلاثة) منها (تشترك فيها الرجال والنساء وهي التقاء الختانين) ويعبر عن هذا الالتقاء بإيلاج حي واضح غيب حشفة الذكر منه، أو قدرها من مقطوعها في فرج، ويصير الآدمي المولج فيه جنبا بإيلاج ما ذكر، أما الميت فلا يعاد غسله بإيلاج فيه، وأما الخنثى المشكل فلا غسل عليه بإيلاج حشفته، ولا بإيلاج في قبله

(Pasal) terkait perkara-perkara yang mewajibkan mandi besar. 

Mandi secara bahasa adalah mengalirnya air pada sesuatu secara mutlak, adapun secara syariat adalah mengalirnya air ke seluruh anggota tubuh disertai niat khusus.

Perkara-perkara yang mewajibkan mandi itu ada enam. Tiga diantaranya dialami oleh laki-laki dan perempuan, yaitu karena bertemunya alat kelamin. Dan bertemunya alat kelamin ini diungkapkan dengan makna bahwa orang hidup yang jelas kelaminnya memasukkan kepala penisnya, atau kira-kira kepala dari penis yang terpotong kepalanya ke dalam farji.

Anak adam (kalangan perempuan) yang dimasuki kepala penisnya (laki-laki) itu menjadi junub dengan sebab yang telah disebutkan diatas. Sedangkan untuk mayat yang sudah dimandikan itu tidak perlu dimandikan lagi ketika dimasuki kepala penis. Adapun khuntsa musykil (orang yang memiliki dua kelamin), maka tidak wajib baginya melakukan mandi sebab memasukkan kepala penisnya atau kemaluannya yang dimasuki kepala penis.

(و) من المشترك (إنزال) أي خروج (المني) من شخص بغير إيلاج، وإن قل المني كقطرة، ولو كانت على لون الدم، ولو كان الخارج بجماع أو غيره في يقظة أو نوم بشهوة أو غيرها من طريقه المعتاد، أو غيره كأن انكسر صلبه، فخرج منيه، (و) من المشترك (الموت) إلا في الشهيد (وثلاثة تختص بها النساء وهي الحيض) أي الدم الخارج من امرأة بلغت تسع سنين، (والنفاس) وهو الدم الخارج عقب الولادة، فإنه موجب للغسل قطعا (والولادة) المصحوبة بالبلل موجبة للغسل قطعا، والمجردة عن البلل موجبة للغسل في الأصح

Dan diantara hal yang dialami oleh laki-laki dan perempuan adalah keluarnya sperma dengan sebab selain memasukkan hasyafah (kepala penis) meskipun sperma yang keluar hanya sedikit seperti satu tetes, meskipun berwarna darah, meskipun spermanya keluar karena sebab jima atau yang lainnya. Kemudian dalam keadaan terjaga atau tidur, disertai syahwat atau tidak, dari jalur yang normal ataupun bukan dari jalur yang normal semisal punggung penisnya terbelah kemudian spermanya keluar dari sana. Dan diantara yang dialami oleh keduanya adalah sebab kematian, kecuali orang yang mati syahid (maka tidak wajib mandi atau dimandikan). 

Kemudian tiga perkara yang mewajibkan mandi adalah terkhusus dialami oleh kaum perempuan, yaitu haid. Maksudnya adalah darah yang keluar dari (farji) seorang perempuan yang telah mencapai usia sembilan tahun. Kemudian nifas, yaitu darah yang keluar setelah melahirkan. Dan nifas ini mewajibkan mandi secara mutlak. Adapun melahirkan yang disertai dengan basah-basah (lendir atau semacamnya) itu mewajibkan mandi secara pasti, sedangkan melahirkan yang tidak disertai basah-basah itu mewajibkan mandi menurut pendapat shohih.

📕 Fathul Qarib, hlm. 41-42 Maktabah Syamilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...