Jumat, 17 Februari 2023

CIRI-CIRI HATI YANG MATI

Syaikh Sa'id Ramadhan Al-Buthi rahimahullah pernah mengutip perkataannya imam Ibnu Atha'illah Sakandari berikut ini :

من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الموافقات وترك الندم على ما فعلت من وجود الزلات

“Diantara ciri-ciri hati yang mati adalah tidak adanya perasaan sedih atas berbagai ketaatan yang telah dilewatkan, dan meninggalkan (atau tidak ada) perasaan menyesal atas adanya kesalahan (atau perbuatan dosa) yang telah dilakukan”

📚 (Syarah Al-Hikam : 2/207) 

Gaes ketahuilah, matinya hati itu berarti hati yang kosong dari nilai-nilai keimanan. Matinya hati juga bermakna kosongnya hati dari kecintaan kepada Allah, mengagungkan-Nya dan takut kepada-Nya. Sedangkan diantara tanda-tandanya adalah tidak adanya perasaan sedih atas terlewatkannya berbagai ketaatan dan tidak adanya penyesalan atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.

Sebaliknya, hidupnya hati berarti penuhnya hati dengan nilai-nilai keimanan, penuh kecintaan, penuh pengagungan dan penuh rasa takut kepada Allah. Dan ciri-cirinya adalah bersedih hati disaat melewatkan ketaatan, dan menyesal hati disaat melakukan kemaksiatan.

Kenapa bisa demikian? Tiada lain karena amal baik dan amal buruk itu menjadi tanda keridhoan dan kemurkaan Allah kepada seorang hamba. Maka ketika Allah memudahkan baginya melakukan berbagai kebaikan, niscaya hal itu akan membuatnya bahagia karena menjadi tanda keridhoan Allah kepadanya. Begitu pula sebaliknya, ketika Allah memudahkan baginya melakukan berbagai keburukan dan kemaksiatan, niscaya hal itu akan membuatnya sedih karena menjadi tanda kemurkaan Allah kepadanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

من سرته حسنته وساءته سيئته فهو مؤمن

“Barang siapa yang perbuatan baiknya membuat seseorang bahagia dan perbuatan buruknya membuat seseorang bersedih, maka dia adalah mukmin (yang sejati)”

📚 (HR. Ahmad : 109) 

Hati yang hidup adalah hati yang mampu merasakan setiap hal yang mendatangkan keridhoan Allah, sehingga membuatnya bahagia. Dan juga mampu merasakan setiap hal yang mendatangkan kemurkaan Allah, sehingga membuatnya sedih. Sementara hati yang mati tidak mampu merasakan apapun, oleh karena itu bagi dia ketaatan dan kemaksiatan adalah sama saja. Ketaatan tidak membuatnya bahagia dan maksiat tidak membuatnya gundah gulana, persis seperti orang mati yang tidak mampu merasakan apa-apa.

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata :

إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه في أصل جبل يخاف أن يقع عليه، وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب وقع على أنفه قال به هكذا فطار

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti ia sedang berada dibawah gunung, ia khawatir kalau gunung itu akan menimpanya. Sedangkan seorang fajir (pelaku dosa) melihat dosa-dosanya seperti ada seekor lalat yang sedang hinggap diatas hidungnya, ia mengusirnya begini (sambil berisyarat dengan tangannya) lalu lalat itupun terbang”

📚 (HR. Tirmidzi : 2597) 

Nah gaes, demikianlah diantara ciri-ciri matinya hati seseorang. Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufiq dan hidayahnya, aamiin.

 والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...