Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak melakukan amal baik dalam kondisi apapun. Oleh karenanya beramal baik itu tidak mesti dalam kondisi lapang dan senang saja, melainkan juga dalam dalam kondisi sulit dan sempit sekalipun. Bahkan orang yang beramal dalam kondisi seperti itu pahalanya lebih besar dibandingkan beramal dalam kondisi lapang, sebab ia harus berjuang untuk melawan hawa nafsunya terlebih dahulu. Mangkanya dalam kondisi sesulit apapun, kita dianjurkan untuk tetap beramal dan berbuat baik kepada siapapun.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:
إن أصعب الأعمال أربع خصال العفو عند الغضب والجود في العسرة والعفة في الخلوة وقول الحق لمن يخافه أو يرجوه
“Sesungguhnya amalan yang paling sulit dilakukan itu ada empat. Yakni memaafkan dalam kondisi sedang marah, dermawan dalam keadaan sempit, menjaga diri dari hal yang dilarang saat sendirian, dan berkata benar dihadapan orang yang ditakuti atau orang yang diharapkan (kebaikannya)” (Nashaihul Ibad : 43)
Memafkan orang lain dalam kondisi sedang marah memang sangat sulit, apalagi kalau orang itu sudah menyinggung dan menyakiti perasaan kita. Tapi dalam kondisi semarah apapun, islam sangat menganjurkan untuk tetap menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakiti atau menyinggung perasaan kita.
Begitu juga dengan dermawan pada saat kondisi sedang sempit. Karena umumnya seseorang yang berada dalam kondisi kesulitan itu berharap ada orang lain yang membantunya. Tapi kalau kita bisa dermawan dalam kondisi sulit, maka pahalanya lebih besar ketimbang dermawan dalam kondisi sedang lapang.
Selanjutnya, berbuat baik dihadapan banyak orang sangatlah mudah. Semua orang umumnya ingin terlihat baik dihadapan semua orang. Namun yang paling sulit adalah tetap berbuat baik atau menjaga diri agar tidak melakukan maksiat dalam kesendirian.
Dan yang terakhir, amalan paling sulit berikutnya adalah berkata benar dihadapan orang yang ditakuti atau ketika kita ada maunya kepada orang itu. Berkata benar dan saling menasehati itu bagian dari ajaran islam, dan tentu kita harus berkata benar kepada siapapun. Termasuk kepada orang yang kita takuti dan kita segani sekalipun. Dan tentu menyampaikan kata benar ini perlu dibarengi dengan cara yang baik dan bijak pula, tidak senonoh dan gegabah. Sebab jika tidak demikian, maka madhorot yang ditimbulkan akan lebih besar ketimbang manfaat yang diperoleh.
Nah demikianlah sedikit pembahasan tentang empat amalan yang sulit dilakukan oleh seseorang. Tapi meski demikian, kita tetap belajar dan terus berusaha semoga Allah memudahkan kita, aamiin.
والله أعلم بالـصـواب
.jpeg)
makasih ilmunya ustadz
BalasHapusIya sama-sama.
Hapus