لا يعظم الذنب عندك عظمة تصدك عن حسن الظن بالله، فإن من عرف ربه استصغر في جنب كرمه ذنبه
“Janganlah karena besarnya dosa yang kau lakukan lalu mencegahmu untuk berbaik sangka kepada Allah. Karena barang siapa yang mengenal tuhannya, maka dosanya itu akan dinilai kecil (jika dibanding) kemuliaan (dan kasih sayangnya)” (Al-Hikam Ibnu Atho'illah : 49)
Memposisikan sebuah dosa yang telah kita lakukan, setidaknya ada dua pilihan :
Yang pertama kita menganggapnya sebagai perkara yang besar sehingga mendorong kita untuk bertaubat. Maka dari itu segeralah melepaskan diri dan bertekad sepenuh hati untuk tidak mengulangi dosa tersebut. Dan sikap seperti inilah yang akan menjadi tanda baiknya iman.
Yang kedua kita menganggapnya sebagai perkara yang besar sehingga menjerumuskan pada keputusasaan terhadap rahmat Allah lalu berburuk sangka kepadanya. Dan sikap seperti inilah yang bisa mencederai keimanan.
Mangkanya keputusasaan terhadap rahmat Allah dan berburuk sangka kepadanya karena suatu dosa itu terjadi karena ketidaktahuan seseorang atas kasih sayang Allah. Oleh karena itu seandainya seseorang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya dia akan yakin bahwa sebesar apapun dosa yang telah dilakukannya itu akan menjadi sangat kecil dibandingkan dengan kemurahan dan kasih sayang Allah.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
والذي نفسي بيده لو لم تذنبوا لذهب الله بكم وجاء بقوم يذنبون فيستغفرون الله تعالى فيغفر لهم
“Demi dzat yang jiwaku berada ditangannya, seandainya kalian semua tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan membinasakan kalian. Dan Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mana mereka berbuat dosa lalu mereka memohon ampun kepada Allah kemudian Allah pun akan mengampuni mereka” (HR. Muslim : 4936)
Nah kesimpulannya, jangan sampai kita menjadi orang yang putus asa dengan rahmat Allah. Karena sebesar apapun dosa kita, maka pengampunan dan kasih sayang Allah itu sesungguhnya lebih besar.
والله أعلم بالـصـواب
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar