Jumat, 24 Maret 2023

CIRI-CIRI AMALAN YANG DI TERIMA OLEH ALLAH


Diantara kenikmatan yang paling besar bagi seorang hamba adalah disaat dirinya diberikan kemudahan untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah. Entah itu ketaatan dalam bentuk ibadah yang ringan, dan terlebih lagi ketaatan dalam bentuk ibadah yang berat. Dan entah itu ketaatan yang bersifat wajib ataupun sunnah. Lalu setelah itu dianjurkan bagi seorang hamba untuk banyak-banyak berdoa kepada Allah agar amalan ketaatannya tersebut diterima oleh Allah. Kemudian dia berusaha untuk mempertahankan dan menjaga semangat ibadahnya, serta menghindari perkara-perkara yang bisa mengurangi atau bahkan menggugurkan pahala amalannya tersebut.

Ketahuilah bahwa diantara ciri amalan yang diterima oleh Allah adalah bertambahnya rasa semangat dalam beribadah kepada Allah. Juga bertambahnya rasa semangat untuk mengiringi satu ibadah dengan ibadah-ibadah lainnya.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

ุฅู† ู…ู† ุฌุฒุงุก ุงู„ุญุณู†ุฉ ุงู„ุญุณู†ุฉ ุจุนุฏู‡ุง، ูˆู…ู† ุนู‚ูˆุจุฉ ุงู„ุณูŠุฆุฉ ุงู„ุณูŠุฆุฉ ุจุนุฏู‡ุง، ูุฅุฐุง ู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุจุฏ ูุฅู†ู‡ ูŠูˆูู‚ู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุทุงุนุฉ ูˆูŠุตุฑูู‡ ุนู† ุงู„ู…ุนุตูŠุฉ 

“Sesungguhnya diantara balasan amal kebaikan adalah (diberinya kemudahan oleh Allah untuk) melaksanakan kebaikan (yang lain) setelahnya. Dan diantara hukuman atas perbuatan buruk adalah (diberinya kemudahan oleh Allah untuk) melakukan keburukan (yang lain) setelahnya. Maka apabila Allah menerima (amalan) seorang hamba, niscaya Allah akan memberinya taufik (kemudahan kepada seorang hamba) untuk melaksanakan ketaatan lagi (setelahnya) dan memalingkannya dari perbuatan maksiat” (Lathaiful Ma'arif, hlm. 223)

Hal senada juga dikatakan oleh imam Ibnu Rajab rahimahullah :

ู…ู† ุนู…ู„ ุทุงุนุฉ ู…ู† ุงู„ุทุงุนุงุช ูˆูุฑุบ ู…ู†ู‡ุง ูุนู„ุงู…ุฉ ู‚ุจูˆู„ู‡ุง ุฃู† ูŠุตู„ู‡ุง ุจุทุงุนุฉ ุฃุฎุฑู‰، ูˆุนู„ุงู…ุฉ ุฑุฏู‡ุง ุฃู† ูŠุนู‚ุจ ุชู„ูƒ ุงู„ุทุงุนุฉ ุจู…ุนْุตูŠุฉ. ู…ุง ุฃุญุณู† ุงู„ุญุณู†ุฉ ุจุนุฏ ุงู„ุณูŠุฆุฉ ุชู…ุญูˆู‡ุง، ูˆุฃุญุณู† ู…ู†ู‡ุง ุจุนุฏ ุงู„ุญุณู†ุฉ ุชุชู„ูˆู‡ุง. ูˆู…ุง ุฃู‚ุจุญ ุงู„ุณูŠุฆุฉ ุจุนุฏ ุงู„ุญุณู†ุฉ ุชู…ุญู‚ู‡ุง ูˆุชุนููˆู‡ุง

“Barang siapa yang mengerjakan satu amal ketaatan dari beragam jenis ketaatan lalu menyelesaikannya, maka ciri amalan tersebut diterima (oleh Allah) adalah (dengan) dia mengerjakan amalan ketaatan yang lain setelah mengerjakan amalan ketaatan tersebut. Sedangkan ciri amalannya tertolak adalah (dengan) dia mengerjakan kemaksiatan setelah mengerjakan amalan ketaatan tersebut. Sungguh betapa bagusnya amal kebaikan yang dikerjakan setelah amal keburukan, yang mana amal kebaikan itu akan menghapus amal keburukan sebelumnya. Dan yang lebih bagus lagi adalah amal kebaikan yang diiringi dengan amal kebaikan yang lain. Maka, sungguh betapa jeleknya amalan buruk yang dikerjakan setelah amalan kebaikan, yang mana hal itu akan menghapus dan menghilangkan (pahala) kebaikan tersebut” (Lathaiful Ma'arif, hlm. 224)

Masih perkataan beliau :

ุฅ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ‡๏บซ๏บ ๏บ—๏ป˜๏บ’๏ปž ๏ป‹๏ปค๏ปž ๏ป‹๏บ’๏บช ๏ปญ๏ป“๏ป˜๏ปช ๏ปŸ๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏บป๏บŽ๏ปŸ๏บข ๏บ‘๏ปŒ๏บช๏ปฉ ๏ป›๏ปค๏บŽ ๏ป—๏บŽ๏ป ๏บ‘๏ปŒ๏ป€๏ปฌ๏ปข : ๏บ›๏ปฎ๏บ๏บ ๏บ๏ปŸ๏บค๏บด๏ปจ๏บ” ๏บ๏ปŸ๏บค๏บด๏ปจ๏บ” ๏บ‘๏ปŒ๏บช๏ปซ๏บŽ ๏ป“๏ปค๏ปฆ ๏ป‹๏ปค๏ปž ๏บฃ๏บด๏ปจ๏บ” ๏บ›๏ปข๏บ๏บ—๏บ’๏ปŒ๏ปฌ๏บŽ ๏บ‘๏ปŒ๏บช ๏บ‘๏บค๏บด๏ปจ๏บ” ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บซ๏ปŸ๏ปš ๏ป‹๏ปผ๏ปฃ๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏ป—๏บ’๏ปฎ๏ป ๏บ๏ปŸ๏บค๏บด๏ปจ๏บ” ๏บ๏ปท๏ปญ๏ปŸ๏ปฐ๏ป›๏ปค๏บŽ ๏บƒ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปฆ ๏ป‹๏ปค๏ปž ๏บฃ๏บด๏ปจ๏บ” ๏บ›๏ปข ๏บ๏บ—๏บ’๏ปŒ๏ปฌ๏บŽ ๏บ‘๏บด๏ปด๏บŒ๏บ” ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ๏บซ๏ปŸ๏ปš ๏ป‹๏ปผ๏ปฃ๏บ” ๏บญ๏บฉ๏บ๏ปŸ๏บค๏บด๏ปจ๏บ” ๏ปญ ๏ป‹๏บช๏ปก ๏ป—๏บ’๏ปฎ๏ปŸ๏ปฌ๏บŽ

“Sesungguhnya jika Allah menerima amalan seorang hamba, maka Allah akan memberikan taufiq (kemampuan) kepadanya untuk beramal sholeh lagi setelahnya, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama: Pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya, barang siapa yang melakukan suatu kebaikan kemudian ia iringi dengan kebaikan yang lain, maka hal itu adalah tanda diterima amal kebaikan yang sebelumnya. Sebagaimana orang yang melakukan kebaikan kemudian ia iringi dengan keburukan, maka hal itu adalah tanda ditolak kebaikan yang telah ia lakukan (sebelumnya) dan tidak diterima” (Lathaiful Ma'arif, hlm. 244) 

Ibarat sebuah ladang, itu akan bertambah subur jika disiram dan dipupuk dengan baik, sehingga akan menghasilkan buah-buahan yang banyak. Sebaliknya jika ladang tersebut dibiarkan dan tidak dirawat, maka dia tidak akan menghasilkan apa-apa. Demikianlah seorang muslim, dia akan bertambah sholeh jika disiram dengan air kesholehan. Sehingga menghasilkan buah berupa semangatnya dalam ibadah kepada Allah.

Nah demikianlah sedikit pembahasan mengenai ciri-ciri diterimanya sebuah amalan, adapun untuk kepastiannya hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang mengetahuinya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

1 komentar:

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : ูˆุงู„ุฌู…ุงุน ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุชูุณุฏ ุจู‡ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุงู„ู…ูุฑุฏุฉ ุฃู…ุง ุงู„ุชูŠ ููŠ ุถู…ู† ุญุฌ ููŠ ู‚ุฑุงู†، ูู‡ูŠ ุชุงุจุนุฉ ู„ู‡ ุตุญุฉ ูˆูุณ...