Al-Imam Ibnu Atho'illah Sakandari rahimahullah berkata :
لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء موجبا ليأسك فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لا فما تختار لنفسك وفي الوقت الذي يريد، لا في الوقت الذي تريد
“Janganlah karena tertundanya pengabulan (doa) setelah engkau terus menerus (berdoa) menjadikanmu putus harapan. (Sebab) Allah menjamin dikabulkannya (doa) sesuai dengan yang dia pilihkan untukmu, bukan sesuai dengan pilihan dirimu sendiri. Dan juga sesuai dengan waktu yang dia kehendaki, bukan sesuai dengan waktu yang kamu ingini” (Al-Hikam Ibnu Atho'illah)
Penjelasan :
Doa yang pengabulannya ditunda, mungkin hal itu lebih baik bagi seorang hamba daripada doa yang pengabulannya disegerakan. Karena bisa jadi penundaan doa itu ditujukan agar si hamba tersebut semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah dan semakin merasa butuh kepada Allah.
Dan bisa jadi pula ditundanya pengabulan doa tersebut itu disebabkan oleh sifat buruk seorang hamba yang terlalu banyak dan tidak bisa dihilangkan kecuali dalam waktu yang lama. Sehingga mujahadah dan riyadhoh yang dilakukannya masih belum berpengaruh pada pengabulan doa-doanya.
Dalam hal ini para ahli hikmah mengumpamakan alam dengan sebuah tanah yang dipenuhi tumbuhan berduri. Terkadang durinya itu besar-besar dan banyak sehingga sulit untuk dilalui dan bisa melukai. Namun terkadang durinya kecil-kecil dan sedikit sehingga mudah untuk dihilangkan.
Demikian pula sifat-sifat jiwa, ada yang sangat buruk dan berjumlah banyak sehingga untuk menghilangkannya membutuhkan waktu lama dan perjuangan panjang. Dan terkadang sifat-sifat itu tidak terlalu buruk dan hanya sedikit sehingga tidak perlu waktu lama dan perjuangan panjang untuk membersihkannya.
Maka dari itu kita perlu introspeksi diri mengapa Allah menunda pengabulan doa yang kita panjatkan. Dan yang terpenting, jangan sampai kita berprasangka buruk kepada Allah, yang mana hal itu akan menjadikan diri kita tersungkur pada jurang kekufuran (mengingkari apa-apa yang telah Allah berikan).
والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar