Senin, 06 Maret 2023

TENANGKAN JIWAMU


Al-Imam Ibnu Atho'illah Sakandari rahimahullah berkata :

ุงุฑุญ ู†ูุณูƒ ู…ู† ุงู„ุชุฏุจูŠุฑ ูู…ุง ู‚ุงู… ุจู‡ ุบูŠุฑูƒ ู„ุง ุชู‚ู… ุจู‡ ุงู†ุช ู„ู†ูุณูƒ

“Tenangkanlah jiwamu dari tadbir (mengatur urusan Allah). Maka apa-apa yang selainmu (Allah) telah melakukannya untukmu, janganlah engkau (ikut) mengurusinya untuk dirimu” (Al-Hikam Ibnu Atho'illah)

Penjelasan :

Secara sederhana, tadbir itu maknanya adalah merencanakan atau mengatur urusan dimasa yang akan datang disertai dengan kepastian hasilnya.

Maka, sesungguhnya jiwa manusia akan buntu dan lelah jika harus memikirkan, apalagi memastikan keadaan dimasa depan. Alih-alih menemukan kepastian dan jawaban, jiwa manusia malah tercerabut dari kewajiban yang sedang dan seharusnya dijalaninya.

Karena dunia, kata nabi isa 'alaihissalam hanya tiga hari saja. Kata Abu Dzar hanya tiga waktu. Dan kata imam Ghozali hanya tiga tarikan nafas. Yang tiga itu adalah yang lalu, yang sedang, dan yang akan datang (namun belum pasti). Adapun yang lalu, tak tau kita tentang nasibnya, diterima atau ditolak, menjadi baik atau buruk. Lalu yang akan datang juga belum jelas, belum pasti dan belum tentu umur kita ini sampai ke sana. Dan yang sedang atau dijalani saat ini, maka inilah kewajiban kita untuk menjalaninya sebaik mungkin. Jadi kita tak perlu ikut ngatur-ngatur.

Namun ada kesan, semua ini tidak ada yang urus, dan ada kesan jika tidak diatur maka urusan jadi berantakan. Pertanyaannya siapa kita? Kita ini hanya makhluk alias yang diciptakan. Sedangkan disana ada dzat yang mengurus kita, peduli dengan kita, dan perhatian sekali terhadap kita. Dia terus terjaga manakala kita tidur, dia terus mengawasi manakala kita lengah, dan dia sediakan seluruh kebutuhan kita manakala kita membutuhkanya. Jadi semuanya sudah diatur olehnya jauh sebelum semua ini ada.

Maka dari itu tidak ada pilihan lain untuk kita selain tenangkan hati dan jiwa disertai memperbaikinya, mengokohkannya, dan memberinya gizi agar kita bisa menikmati perjalanan menuju sang maha abadi.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุงุจ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : ูˆุงู„ุฌู…ุงุน ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุชูุณุฏ ุจู‡ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุงู„ู…ูุฑุฏุฉ ุฃู…ุง ุงู„ุชูŠ ููŠ ุถู…ู† ุญุฌ ููŠ ู‚ุฑุงู†، ูู‡ูŠ ุชุงุจุนุฉ ู„ู‡ ุตุญุฉ ูˆูุณ...