Kamis, 09 Maret 2023

LIBERALISME MERUSAK AQIDAH

Kebebasan beragama yang bersumber dari deklarasi universal Hak Asasi Manusia (HAM) telah ‘‘mendarah daging’’ dalam pemikiran umat hari ini. Buktinya HAM secara formal diajarkan dalam dunia pendidikan sejak tingkat dasar, bahkan acapkali dianggap sebagai standar kebenaran. Padahal HAM lahir dari rahim ideologi sekuler kapitalis yang secara diametrikal itu bertentangan dengan ideologi islam. Dan kebebasan beragama inilah pangkal bermunculannya paham-paham liberal yang merusak akidah islam.

Kebebasan beragama dalam pandangan HAM bahasannya tak lah ‘‘sederhana’’. Maksudnya tak hanya sebatas kebebasan bagi setiap orang dalam memeluk agama sesuai keyakinannya atau tidak boleh adanya pemaksaan dalam memeluk agama tertentu. Tapi rangkaian bahasan lain yang patut dikritisi itu karena melabrak syariat islam yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Misalnya, menurut HAM tidak boleh melabeli seseorang yang berpindah agama sebagai kafir atau murtad. Lalu bagi dua pasangan yang berbeda agama boleh untuk menikah dengan mempertahankan agama masing-masing. Dan diberikan kebebasan untuk mempelajari agama manapun dilembaga pendidikan formal tanpa dibatasi pada agama yang dianut. Kemudian dalam tataran negara, diterima kehadiran sekte dan aliran keagamaan sepanjang tidak menganggu kesejahteraan umum dan melanggar hukum.

PLURALISME DAN SINKRETISME ‘PRODUK’ KEBEBASAN BERAGAMA

Tak cukup itu, kebebasan beragama yang dibungkus dengan dalih toleransi beragama sudah mewadahi berkembangnya pemahaman sesat menyesatkan seperti pluralisme dan sinkretisme. Pluralisme adalah paham yang menganggap semua agama sama benarnya. Oleh pengusungnya pemahaman seperti ini dijelaskan dalam konsep transendensi agama.

Prof Huston Smith sang orientalis pakar pluralisme menggambarkan konsep tersebut seperti piramida. Bagian dasar piramida menunjukkan kedudukan berbagai agama seperti islam, kristen, yahudi, hindu dan agama yang lainnya. Dan puncak piramida tersebut dianggap tuhan. Setiap agama berbeda hanya pada bagian luarnya saja yakni perihal tata cara beribadah, tapi tujuan ibadahnya tetap menuju tuhan yang sama.

Dan sama juga dengan penjelasan Nurcholis Majid yaitu tokoh pluralisme tanah air bahwa setiap agama adalah ekspresi keimanan pada tuhan yang sama. Ibarat roda, pusat roda adalah tuhan dan jari-jari roda adalah jalan berbeda (agama). Istilah lainnya satu tuhan tapi banyak jalan (agama).

Pemahaman ini menganggap semua pemeluk agama akan masuk surga. Jadi tidak boleh setiap pemeluk agama hanya menganggap agamanya saja yang benar, sedangkan agama lain salah atau sesat. Oleh karena itu jika ada pemeluk agama hanya menganggap agamanya saja yang benar, maka dikatakan sebagai agama sumber konflik atau agama yang jahat (evil).

Namun tentu saja pemahaman seperti ini terbantahkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang qoth'i. Dalam surat Ali Imran ayat 19 secara tegas Allah menyatakan bahwa hanya islam adalah agama yang diridhoi disisi Allah. Dan bagi orang yang mencari agama selain islam maka Allah tidak akan menerima amal-amal perbuatannya, dan diakhirat ia termasuk orang-orang yang merugi. Kerugian tersebut karena tempat kembali mereka selama-lamanya adalah neraka.

Adapun sinkretisme, adalah paham yang mencampuradukkan atau menyatukan agama-agama dalam satu wadah. Tata cara ibadah beberapa agama dikodifikasi sehingga pemeluk agama berbeda dapat melakukan ritual agama secara bersama-sama.

Praktek yang nampak dalam tubuh kaum muslimin misal adanya pihak yang tidak hanya mengucapkan selamat atas perayaan besar agama lain, tapi ikut merayakannya. Lalu kesengajaan untuk memasukkan adzan, tilawah Al-Qur’an dan shalolawatan dalam perayaan natal dalam gereja. Kemudian adanya doa lintas agama oleh beberapa pemuka agama dalam perayaan besar agama secara nasional. Termasuk munculnya aliran menyimpang seperti Ahmadiyah, Lia Eden atau Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang sebenarnya upaya menggabungkan islam dengan agama lain (sinkretisme).

Pemahaman ini sudah dijelaskan kebatilannya oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat turunnya surat Al-Kafirun. Ayat ini memerintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menolak ajakan orang-orang kafir untuk menyembah Allah dan berhala secara bergantian selama setahun. Karena pada hakikatnya ajakan tersebut adalah upaya untuk mencampurkan yang haq dan batil, yaitu dengan menggabungkan antara kemusyrikan dan ketauhidan (islam).

KEBEBASAN BERAGAMA UPAYA REDAM IDEOLOGI ISLAM

Patut dicurigai bahwa paham kebebasan beragama yang berinduk pada ideologi sekuler kapitalis terus diopinikan sistemik oleh orang-orang barat ditubuh kaum muslimin. Karena terinternalisasinya paham kebebasan beragama dalam pemikiran umat, tak hanya mengancam keselamatan akidah islam secara individual, tapi akan meruntuhkan bangunan syariat islam secara menyeluruh.

Dalam kebebasan beragama, sangat nampak upaya mengaburkan akidah islam sebagai akidah yang shohih. Memoderatkan pemikiran muslim dengan menjadikan syariat islam hanya urusan privat antara hamba dengan Allah, tanpa perlu membawanya dalam kehidupan publik. Secara tak langsung syariat islam dipaksa untuk tunduk pada paham kufur orang-orang barat. Dan orang-orang barat ingin melemahkan umat islam agar tidak bangkit dengan ideologi islam yang kaffah, sehingga islam dan kaum muslimin seluruhnya tetap berada dibawah hegemoni orang-orang barat.

Dengan berpegang pada keimanan akidah islam yang kokoh, tentu saja seorang muslim akan menolak paham kebebasan beragama. Karena islam adalah agama haq yang datang dari Allah dan tak ada keraguan didalamnya (Qs. Al-Baqarah ayat 147). Islam adalah agama yang tinggi kemuliaannya dan tak satupun agama lain yang melampauinya. Kemuliaan islam inilah yang menjadikan kaum muslimin adalah sebaik-baik umat selama berpegang teguh pada syariat-Nya. Oleh karena itu, say no to freedom of religion, katakan tidak untuk paham kebebasan beragama.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุงุจ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : ูˆุงู„ุฌู…ุงุน ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุชูุณุฏ ุจู‡ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุงู„ู…ูุฑุฏุฉ ุฃู…ุง ุงู„ุชูŠ ููŠ ุถู…ู† ุญุฌ ููŠ ู‚ุฑุงู†، ูู‡ูŠ ุชุงุจุนุฉ ู„ู‡ ุตุญุฉ ูˆูุณ...