Jumat, 10 Maret 2023

KEUTAMAAN AHLI ILMU & TINGGINYA DERAJAT AHLI ILMU


Menuntut ilmu agama merupakan bagian dari ibadah, dimana setiap muslim telah diperintahkan untuk mempelajarinya, mengajarkannya dan mengamalkannya. Ilmu juga merupakan tanda kebaikan seorang hamba. Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar’i, maka hal itu menunjukkan bahwa Allah telah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhoi-Nya.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقه في الدين

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, maka Allah akan faqihkan ia dalam persoalan-persoalan agama” (Shohih Muttafaqun 'Alaih)

Saking utamanya ilmu, hingga nabi shallallahu 'alaihi wasallam mempermisalkan terkait keutamaan seorang ahli ilmu jika dibandingkan dengan seorang ahli ibadah itu ibarat bulan purnama atas seluruh bintang, begitulah sabda beliau. Dan saking pentingnya ilmu, maka dengannya Allah mengangkat derajat para pemilik ilmu.

Allah ﷻ berfirman :

يرفع الله الّذين آمنوا مِنكم والذين أوتوا العلم درجات

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Qs. Al-Mujadilah : 11)

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma memberi penafsiran terkait ayat diatas :

للعلماء درجات فوق المؤمنين بسبعمائة درجة ما بين الدرجتين مسيرة خمسمائة عام

“Bagi para ahli ilmu (diberi) beberapa derajat atas orang-orang beriman sebanyak 700 derajat, yang mana antara satu derajat dengan derajat yang lain itu setara dengan 500 tahun perjalanan” (Tafsir Ibnu Katsir surah Al-Mujadilah ayat 11)

Dan ilmu merupakan cahaya. Keutamaan ilmu disifatkan sebagai cahaya yang membimbing siapa saja yang mengikuti keridhoan-Nya menuju jalan-jalan keselamatan berupa jalan yang menyelamatkan seorang hamba dari penyimpangan dan kesesatan. Kemudian mengantarkan seorang hamba menuju keselamatan dunia dan akhirat, mengeluarkan mereka dari kegelapan, kemaksiatan serta dari kebodohan menuju kepada cahaya ilmu, hidayah, ketaatan dan seluruh kebaikan.

Ilmu juga merupakan kemuliaan baik didunia maupun diakhirat, dan orang yang berilmu sangat berbeda dengan orang yang tidak berilmu. Orang yang berilmu bisa menghasilkan manfaat untuk orang lain dengan ilmunya, oleh karena itulah Allah sangat memuji orang-orang yang diberi ilmu. 

Allah ﷻ berfirman :

قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون

“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? (Qs. Az-Zumar : 9)

Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata :

الجاهل صغير وإن كان شيخ، والعالم كبير وإن كان حدثا، وليس أخو علم كمن هو جاهل، تعلم فليس المرء يولد عالما

“Orang bodoh itu kecil walaupun ia sudah tua, dan orang yang berilmu itu besar walaupun ia masih muda. Dan tidaklah sama antara orang berilmu dan orang bodoh. (Oleh sebab itu) belajarlah, karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu” (Raudhatul Uqala karya Ibnu Hibban : 34)

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah juga mengatakan :

اطلبوا العلم فإنه شرف في الدنيا وشرف في الآخرة

“Carilah oleh kalian ilmu, karena sesungguhnya ilmu merupakan kemuliaan didunia dan kemuliaan diakhirat” (Jami' Bayanil Ilmi, hlm. 274)

Orang-orang berilmu memiliki banyak keutamaan juga karena mereka mewarisi apa-apa yang telah para nabi tinggalkan. Para nabi tidak mewariskan harta kekayaan, tapi mewariskan ilmu. Oleh karena itu, amat dekat derajat seorang ahli ilmu dengan derajatnya para nabi.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata :

أقرب الناس من درجة النبوة أهل العلم وأهل الجهاد أما أهل العلم فلإنهم قد دلّو الناس على ما جاءت به الرسل وأما أهل الجهاد فجاهدوا بأسيافهم على ما جاءت به الرسل

“Manusia yang paling dekat derajatnya dengan derajat kenabian adalah seorang ahli ilmu dan ahli jihad. Adapun ahli ilmu, ia menunjukkan kepada manusia atas apa yang dibawa oleh para rasul. Sedangkan ahli jihad, mereka berjihad dengan pedang-pedangnya atas apa yang dibawa oleh para rasul” (Takhrijul Hadits Ihya Ulumiddin : 1/27)

Sebenarnya masih banyak keutamaan ilmu yang dijelaskan didalam Al-Qur'an, sunnah dan qoul-qoulnya para ulama. Namun semoga yang sedikit ini menjadi pemicu semangat kita untuk terus berusaha menggali warisan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang penuh berkah ini. Demikianlah, semoga bermanfaat.

والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...