Rabu, 05 Juli 2023

FATHUL QARIB - HAID, NIFAS & ISTIHADHOH


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في بيان أحكام الحيض والنفاس والاستحاضة (ويخرج من الفرج ثلاثة دماء دم الحيض والنفاس والاستحاضة فالحيض هو الدم الخارج) في سن الحيض وهو تسع سنين فأكثر من فرج المرأة على سبيل الصحة أي لا لعلة بل للجبلة (من غير سبب الولادة) وقوله (ولونه أسود محتدم لذاع) ليس في أكثر نسخ المتن، وفي الصحاح احتدم الدم اشتدت حمرته حتى اسود، ولذعته النار حتى أحرقته

Pasal yang menjelaskan hukum-hukum haid, nifas dan istihadhoh. Ada tiga macam darah yang keluar dari farji seorang perempuan. Yaitu darah haid, nifas dan istihadhoh.

DARAH HAID.

Haid adalah darah yang keluar dari farji seorang perempuan pada usia haid, yaitu usia sembilan tahun atau lebih, (yang keluarnya itu) dalam keadaan sehat dan bukan karena sakit. Akan tetapi (keluarnya itu) pada batas kewajaran, bukan (pula) karena melahirkan.

Adapun ucapan mushonnif (pengarang kitab) “dan berwarna hitam, terasa panas dan menyakitkan” itu tidak terdapat pada kebanyakan redaksi matan. Dan didalam kitab As-Shohhah terdapat keterangan “darahnya sangat panas, warnanya sangat merah hingga berwarna hitam, (hingga seperti api) yang membakarnya”

(والنفاس هو الدم الخارج عقب الولادة) فالخارج مع الولد أو قبله لا يسمى نفاسا وزيادة الياء في عقب لغة قليلة، والأكثر حذفها

DARAH NIFAS.

Adapun nifas adalah darah yang keluar dari farji seorang perempuan sebab melahirkan. Sehingga darah yang keluar bersamaan dengan bayi atau sebelumnya, maka tidak disebut darah nifas. 

Penambahan huruf ي didalam lafadz عقب adalah bentuk kalimat yang sedikit kaku, sedangkan yang lebih banyak adalah membuang huruf ي tersebut.

(والاستحاضة) أي دمها (هو الدم الخارج في غير أيام الحيض والنفاس) لا على سبيل الصحة

DARAH ISTIHADHOH.

Sedangkan istihadhoh adalah darah yang keluar dari farji seorang perempuan pada selain hari-hari keluarnya darah haid dan nifas, dan keluarnya itu bukan dalam keadaan sehat (artinya darah istihadhoh ini adalah darah yang keluar karena penyakit).

(وأقل الحيض) زمنا (يوم وليلة) أي مقدار ذلك وهو أربعة وعشرون ساعة على الاتصال المعتاد في الحيض (وأكثره خمسة عشر يوماً) بلياليها فإن زاد عليها فهو استحاضة (وغالبه ست أو سبع) والمعتمد في ذلك الاستقراء

WAKTU HAID.

Minimalnya waktu haid adalah sehari semalam. Maksudnya sehari semalam adalah dua puluh empat jam secara bersambung dan seperti biasa, (yakni tidak mesti darahnya keluar dengan deras) didalam haid, adapun maksimalnya waktu haid adalah lima belas hari lima belas malam. Oleh karena itu jika darah yang keluar melebihi waktu diatas, maka disebut dengan darah istihadhoh. Dan masa keluarnya darah haid yang sering terjadi adalah enam sampai tujuh hari, yang dijadikan pegangan dalam hal ini adalah berdasarkan penelitian.

(وأقل النفاس لحظة) وأريد بها زمن يسير وابتداء النفاس من انفصال الولد (وأكثره ستون يوما وغالبه أربعون يوماً) والمعتمد في ذلك الاستقراء أيضا

WAKTU NIFAS.

Minimalnya waktu nifas adalah lahdhoh, dan yang dimaksud dengan lahdhoh ini adalah waktu yang sebentar. Dan awal masa nifas terhitung sejak keluarnya seluruh badan bayi. Adapun maksimalnya masa nifas adalah enam puluh hari, sedangkan yang lumrah adalah empat puluh hari. Dalam hal ini yang dijadikan pegangan adalah berdasarkan penelitian juga.

(وأقل الطهر) الفاصل (بين الحيضتين خمسة عشر يوما) واحترز المصنف بقوله بين الحيضتين عن الفاصل بين حيض ونفاس إذا قلنا بالأصح أن الحامل تحيض، فإنه يجوز أن يكون دون خمسة عشر يوما (ولا حد لأكثره) أي الطهر فقد تمكث المرأة دهرها بلا حيض، أما غالب الطهر، فيعتبر بغالب الحيض فإن كان الحيض ستا، فالطهر أربع وعشرون يوما، أو كان الحيض سبعاً فالطهر ثلاثة وعشرون يوما

WAKTU SUCI.

Minimalnya waktu suci yang memisahkan antara dua haid adalah lima belas hari. Dan pernyataan mushonnif (pengarang kitab) “pemisah diantara dua haid”, beliau mengecualikan masa pemisah antara haid dan nifas. Jadi kita mengikuti pendapat shohih yang mengatakan bahwa sesungguhnya wanita hamil itu bisa mengeluarkan darah haid, karena masa suci yang memisahkan haid dan nifas bisa kurang dari lima belas hari.

Dan tidak ada batas maksimal masa suci, karena terkadang ada seorang perempuan yang seumur hidupnya tidak pernah mengeluarkan darah haid. Adapun lumrahnya waktu suci itu disesuaikan dengan lumrahnya waktu haid. Oleh karena itu jika waktu haidnya lumrah enam hari, maka waktu sucinya adalah dua puluh empat hari. Atau jika waktu haidnya lumrah tujuh hari, maka waktu sucinya adalah dua puluh tiga hari.

(وأقل زمن تحيض فيه المرأة) وفي بعض النسخ الجارية (تسع سنين) قمرية فلو رأته قبل تمام التسع بزمن يضيق عن حيض وطهر، فهو حيض وإلا فلا

USIA HAID.

Minimalnya usia seorang perempuan bisa mengeluarkan darah haid adalah pada usia sembilan tahun. Didalam sebagian redaksi matan menggunakan kalimat Al-Jariyah (yakni perempuan). Oleh karena itu jika seandainya ada seorang perempuan yang melihat keluar darah sebelum sempurnanya usia sembilan tahun dengan selisih masa yang tidak cukup untuk waktu minimal suci dan minimal haid (sembilan tahun kurang 16 hari kurang sedikit), maka darah tersebut adalah darah haid. Namun jika tidak demikian maka itu bukan darah haid.

WAKTU HAMIL.

(وأقل الحمل) زمنا (ستة أشهر) ولحظتان (وأكثره) زمنا (أربع سنين وغالبه تسعة أشهر) والمعتمد في ذلك الوجود

Minimal waktu hamil adalah enam bulan lebih lahdhotain (dua waktu sebentar) yakni (waktu untuk jima dan melahirkan), adapun maksimalnya waktu hamil adalah empat tahun. Kemudian waktu hamil yang biasa terjadi adalah sembilan bulan, dan yang dijadikan pedoman dalam hal ini adalah (berdasarkan) kejadian nyata (pada umumnya).

📕 Fathul Qarib, hlm. 60-63 Maktabah Syamilah

2 komentar:

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...