Minggu, 30 Juli 2023

FATHUL QARIB - SHOLAT KHAUF


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في كيفية صلاة الخوف. وإنما أفردها المصنف عن غيرها من الصلوات بترجمة، لأنه يحتمل في إقامة الفرض في الخوف ما لا يحتمل في غيره (وصلاة الخوف) أنواع كثيرة تبلغ ستة أضرب كما في صحيح مسلم اقتصر المصنف منها (على ثلاثة أضرب: أحدها أن يكون العدو في غير جهة القبلة) وهو قليل وفي المسلمين كثرة بحيث تقاوم كل فرقة منهم العدو (فيفرقهم الإمام فرقتين فرقة تقف في وجه العدو) تحرسه (وفرقة تقف خلفه) أي الإمام (فيصلي بالفرقة التي خلفه ركعة ثم) بعد قيامه للركعة الثانية (تتم لنفسها) بقية صلاتها (وتمضي) بعد فراغ صلاتها (إلى وجه العدو) تحرسه (وتأتي الطائفة الأخرى) التي كانت حارسة في الركعة الأولى. (فيصلي) الإمام (بها ركعة) فإذا جلس الإمام للتشهد تفارقه (وتتم لنفسها) ثم ينتظرها الإمام (ويسلم بها) وهذه صلاة رسول الله بذات الرقاع، سميت بذلك لأنهم رقعوا فيها راياتهم وقيل غير ذلك (والثاني أن يكون في جهة القبلة) في مكان لا يسترهم عن أعين المسلمين شيء، وفي المسلمين كثرة تحتمل تفرقهم (فيصفهم الإمام صفين) مثلا (ويحرم بهم) جميعا (فإذا سجد) الإمام في الركعة الأولى (سجد معه أحد الصفين) سجدتين (ووقف الصف الآخر يحرسهم فإذا رفع) الإمام رأسه (سجدوا ولحقوه) ويتشهد الإمام بالصفين ويسلم بهم وهذه صلاة رسول الله بعسفان، وهي قرية في طريق الحاج المصري بينها وبين مكة مرحلتان، سميت بذلك لعسف السيول فيها. (والثالث أن يكون في شدة الخوف والتحام الحرب) هو كناية عن شدة الاختلاط بين القوم بحيث يلتصق لحم بعضهم ببعض، فلا يتمكنون من ترك القتال ولا يقدرون على النزول إن كانوا ركبانا، ولا على الانحراف إن كانوا مشاة (فيصلي) كل من القوم (كيف أمكنه راجلا) أي ماشياً (أو راكبا مستقبل القبلة وغير مستقبل لها) ويعذرون في الأعمال الكثيرة في الصلاة كضربات متوالية

Pasal yang menjelaskan terkait tatacara sholat khauf (sholat dalam keadaan takut saat terjadinya peperangan). Mushonnif (pengarang kitab) memisahkan penjelasan sholat ini dengan sholat-sholat yang lain karena ada hal-hal yang diberi keringanan didalam pelaksanaan sholat fardhu saat khauf dan tidak diberi keringanan saat tidak khauf.

MACAM-MACAM SHOLAT KHAUF

Sholat khauf itu ada beberapa macam yang cukup banyak sampai mencapai enam macam sebagaimana yang ada dalam kitab shohih muslim, namun dari kesemuanya itu mushonnif hanya menjelaskan tiga macam saja.

1. SHOLAT DZATIRRIQA

Yang pertama adalah pada saat posisi musuh berada diselain arah kiblat, dan jumlah mereka terhitung sedikit sedangkan jumlah orang muslim terbilang banyak sekiranya setiap kelompok dari pihak muslim bisa sebanding dengan musuh. Dalam keadaan seperti ini seorang imam membagi pasukan muslim menjadi dua kelompok, yaitu satu kelompok berada diarah musuh untuk memantau mereka, dan satu kelompok lagi berdiri dibelakang imam.

Kemudian, seorang imam melaksanakan sholat satu rakaat bersama kelompok yang berada dibelakangnya. Dan setelah selesai pada rakaat yang pertama, maka kelompok tersebut menyempurnakan sisa sholatnya sendiri. Dan ketika sudah selesai, maka langsung berangkat keposisi arah musuh untuk memantaunya.

Kemudian kelompok yang satunya datang, yaitu kelompok yang memantau musuh saat pelaksanaan pada rakaat yang pertama. Dan imam melaksanakan satu rakaat bersama dengan kelompok tersebut. Dan disaat imam sedang melaksanakan duduk tasyahud, maka kelompok tersebut memisahkan diri dan menyempurnakan sholatnya sendiri. Kemudian imam menunggu mereka dan melakukan salam bersama mereka.

Hal ini adalah bentuk sholat yang pernah dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam didaerah Dzatirriqa. Disebut dengan nama tersebut karena sesungguhnya para sahabat menambal bendera mereka disana.

2. SHOLAT AL-ASFAN

Bentuk sholat khauf yang kedua adalah saat posisi musuh berada diarah kiblat, yaitu ditempat yang bisa terlihat oleh pandangan orang muslim. Jumlah pasukan muslim saat itu cukup banyak yang mungkin untuk dibagi. Maka dari itu seorang imam membagi mereka menjadi dua shof, dan seorang imam melakukan takbiratul ihram bersama mereka semuanya.

Ketika imam sujud pada rakaat pertama, maka salah satuh shof melakukan sujud dua kali bersamanya. Sedangkan shof yang lain tetap berdiri mengawasi musuh. Dan ketika imam mengangkat kepalanya, maka shof yang lain melakukan sujud kemudian menyusul imam. Lalu imam melakukan tasyahud dan salam bersama kedua shof tersebut.

Hal ini adalah sholat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam didaerah Asfan, yaitu suatu desa yang berada dijalur jamaah haji yang datang dari dari Mesir, jaraknya dua marhalah dari Mekkah. Daerah tersebut diberi nama seperti itu karena disana terlalu sering terjadi banjir besar.

3. SHOLAT SYIDDATUL KHAUF

Sholat khauf ke tiga adalah saat berada dalam keadaan sangat genting dan berkecamuknya peperangan. Adapun istilah iltihamul harbi adalah bentuk kiasan dari saat bercampurnya antara suatu kaum sekiranya badan sebagian dari mereka bertemu dengan badan sebagian yang lain. Sehingga mereka tidak bisa menghindar dari peperangan dan tidak mampu untuk turun dari kendaraan jika naik kendaraan, dan tidak mampu menoleh jika mereka berjalan kaki.

Oleh karena itu masing-masing pasukan melakukan sholat semampunya, kemudian berjalan atau naik kendaraan, dan menghadap kiblat ataupun tidak menghadap kiblat. Dalam keadaan seperti itu mereka diberikan uzur kalau melakukan gerakan-gerakan (diluar sholat) yang cukup banyak seperti beberapa pukulan yang dilakukan secara terus menerus.

📕 (Fathul Qarib, hlm. 108-111 Maktabah Syamilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...