Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :
وشروط جمع التقديم ثلاثة : الأول أن يبدأ بالظهر قبل العصر، وبالمغرب قبل العشاء، فلو عكس كأن بدأ بالعصر قبل الظهر مثلاً لم يصح، ويعيدها بعدها إن أراد الجمع. والثاني نية الجمع أول الصلاة الأولى بأن تقترن نية الجمع بتحرمها، فلا يكفي تقديمها على التحرم، ولا تأخيرها عن السلام من الأولى، وتجوز في أثنائها على الأظهر. والثالث الموالاة بين الأولى والثانية بأن لا يطول الفصل بينهما، فإن طال عرفا ولو بعذر كنوم، وجب تأخير الصلاة الثانية إلى وقتها، ولا يضر في الموالاة بينهما فصل يسير عرفا
Syarat-syarat jamak takdim itu ada tiga :
1. Yang pertama adalah dimulai dengan melakukan sholat dzuhur sebelum melakukan sholat ashar, kemudian sholat maghrib sebelum sholat isya. Dan seandainya (pelaksanaannya) dibalik semisal memulai dengan sholat ashar sebelum melakukan sholat dzuhur, maka sholatnya tidak sah dan harus mengulangi sholat ashar setelah melakukan sholat dzuhur jika sholatnya ingin dijamak.
2. Yang kedua adalah berniat jamak pada permulaan sholat yang pertama, yaitu dengan membarengkan niat jamak bersamaan takbiratul ihramnya. Oleh karena itu tidak cukup jika mendahulukan niat jamak sebelum takbiratul ihram kemudian mengakhirkannya hingga setelah melakukan salam dari sholat yang pertama. Dan diperbolehkan melakukan niat jamak pada pertengahan sholat yang pertama menurut pendapat unggul.
3. Kemudian yang ke tiga adalah muwallah (yakni segera melaksanakan) antara pelaksanaan sholat yang pertama dan sholat yang kedua, dalam artian tidak ada waktu pemisah yang cukup lama menurut urf (atau kebiasaan) diantara keduannya. Namun jika ada waktu pemisah yang cukup lama menurut urf meskipun karena adanya udzur semisal tidur, maka wajib untuk menunda pelaksanaan sholat yang ke dua sampai masuk waktunya. Adapun waktu pemisah yang terbilang sebentar itu tidak berpengaruh pada muwallah antara dua sholat tersebut.
وأما جمع التأخير، فيجب فيه أن يكون بنية الجمع، وتكون النية هذه في وقت الأولى، ويجوز تأخيرها إلى أن يبقى من وقت الأولى زمن لو ابتدئت فيه كانت أداء، ولا يجب في جمع التأخير ترتيب، ولا موالاة ولا نية جمع على الصحيح في الثلاثة
Adapun jamak takhir, maka saat pelaksanaannya itu wajib untuk berniat jamak dan niat tersebut harus dilakukan pada waktu sholat yang pertama. Namun diperbolehkan untuk mengakhirkan niat jika waktu sholat yang pertama masih tersisa waktunya, yang mana jika seandainya sholat tersebut dilakukan saat itu maka akan menjadi sholat ada'an. Kemudian didalam pelaksanaan jamak takhir ini maka tidak wajib melaksanakannya secara tertib, lalu muwallah serta berniat jamak berdasarkan pendapat yang shohih pada masalah yang tiga ini.
📕 (Fathul Qarib, hlm. 96-97 Maktabah Syamilah)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar