Rabu, 05 Juli 2023

FATHUL QARIB - TAYAMUM & SYARAT-SYARATNYA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في التيمم، وفي بعض نسخ المتن تقديم هذا الفصل على الذي قبله، والتيمم لغة القصد وشرعا إيصال تراب طهور للوجه واليدين بدلا عن وضوء أو غسل، أو غسل عضو بشرائط مخصوصة

Pasal tentang tayamum, didalam sebagian redaksi matan itu didahulukan fasal ini daripada fasal sebelumnya. Tayamum secara bahasa artinya menyengaja, adapun secara syariat adalah (mengusapkan) debu yang suci mensucikan pada wajah dan kedua tangan sebagai pengganti dari wudhu dan pengganti mandi, atau membasuh anggota dengan syarat-syarat tertentu.

(وشرائط التيمم خمسة أشياء) وفي بعض نسخ المتن خمس خصال: أحدها (وجود العذر بسفر أو مرض. و) الثاني (دخول وقت الصلاة) فلا يصح التيمم لها قبل دخول وقتها، (و) الثالث (طلب الماء) بعد دخول الوقت بنفسه أو بمن أذن له في طلبه، فيطلب الماء من رحله ورفقته فإن كان منفردا نظر حواليه من الجهات الأربع إن كان بمستو من الأرض، فإن كان فيها ارتفاع وانخفاض تردد قدر نظره (و) الرابع (تعذر استعماله) أي الماء بأن يخاف من استعمال الماء على ذهاب نفس أو منفعة عضو، ويدخل في العذر ما لو كان بقربه ماء وخاف لو قصده على نفسه من سبع أو عدو، أو على ماله من سارق أو غاصب، ويوجد في بعض نسخ المتن في هذا الشرط زيادة بعد تعذر استعماله وهي (وإعوازه بعد الطلب و) الخامس (التراب الطاهر) أي الطهور غير المندى، ويصدق الطاهر بالمغصوب وتراب مقبرة لم تنبش، ويوجد في بعض النسخ زيادة في هذا الشرط وهي (له غبار فإن خالطه جص أو رمل لم يجز) وهذا موافق لما قاله النووي في شرح المهذب والتصحيح، لكنه في الروضة والفتاوى جوز ذلك. ويصح التيمم أيضا برمل فيه غبار، وخرج بقول المصنف التراب غيره كنورة وسحاقة خزف، وخرج بالطاهر النجس، وأما التراب المستعمل فلا يصح التيمم به

Syarat-syarat tayamum ada lima, dan didalam sebagian redaksi matan menggunakan kalimat khomsu khisholin (yaitu lima hal). Syarat yang pertama adalah karena adanya udzur sebab bepergian atau sebab sakit. Lalu yang kedua adalah (harus) masuk waktu sholat, maka tidak sah bertayamun jika sholat dilakukan sebelum masuk waktunya.

Kemudian yang ketiga adalah (harus) mencari air setelah masuknya waktu sholat entah diri sendiri atau orang lain yang telah dia beri izin (untuk mencari air), maka dia harus mencari air ditempatnya dan ditempat kawan-kawannya. Jika dia sendirian, maka cukup melihat ke kanan dan kirinya dari ke empat arah jika dia sedang berada ditempat yang datarannya yang rata. Adapun jika dia sedang berada ditempat yang naik turun, maka dia harus berkeliling ke tempat yang terjangkau oleh pandangan matanya.

Dan yang ke empat adalah (karena) sulit menggunakan air dengan alasan jika dia menggunakan air maka khawatir akan kehilangan nyawa atau fungsi anggota tubuhnya. Dan termasuk dari udzur adalah jika seandainya didekatnya ada air, namun jika dia mengambilnya maka khawatir (akan diterkam) oleh binatang buas atau (dicelakai) musuh, atau bisa juga khawatir hartanya akan diambil oleh seorang pencuri. Didalam sebagian redaksi matan dan tepat didalam syarat (yang keempat) ini, itu ditemukan redaksi tambahan setelah syarat sulit menggunakan air, yaitu membutuhkan air setelah berhasil mendapatkannya.

Dan yang kelima adalah (menggunakan) debu yang suci, maksudnya debu suci mensucikan yang tidak basah. Debu suci ini mencakup debu hasil mencuri dan debu kuburan yang tidak digali. Dan didalam sebagian redaksi matan itu ditemukan redaksi tambahan didalam syarat (yang ke lima) ini, yaitu debu yang memiliki ghubar (debu yang dapat berhamburan dan tidak bercampur apapun). Sehingga jika debu tersebut tercampur oleh gamping atau pasir, maka tidak diperbolehkan. Dan hal ini sesuai dengan pendapat imam Nawawi didalam kitab Majmu' Syarah Muhadzdzab dan kitab At-Tashih. Akan tetapi didalam kitab Ar-Raudhah dan kitab Fatawa beliau malah memperbolehkan hal itu, dan juga sah melakukan tayamum dengan pasir yang ada ghubarnya.

Dan dengan pernyataan mushonnif (pengarang kitab) mengatakan debu, maka dikecualikan selain debu seperti gamping dan remukan genteng. Lalu dikecualikan dari debu yang suci, yaitu debu najis. Kemudian debu musta'mal (debu yang telah dipakai tayamum), maka tidak sah (untuk kembali) digunakan tayamum.

📕 Fathul Qarib, hlm. 49-50 Maktabah Syamilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...