Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :
(وفرائضه أربعة أشياء) أحدها (النية) وفي بعض النسخ أربع خصال نية الفرض، فإن نوى المتيمم الفرض أو النفل استباحهما، أو الفرض فقط استباح معه النفل، وصلاة الجنازة أيضا أو النفل فقط لم يستبح معه الفرض، وكذا لو نوى الصلاة ويجب قرن نية التيمم بنقل التراب للوجه واليدين، واستدامة هذه النية إلى مسح شيء من الوجه. ولو أحدث بعد نقل التراب، لم يمسح بذلك التراب بل ينقل غيره (و) الثاني والثالث (مسح الوجه ومسح اليدين مع المرفقين) وفي بعض نسخ المتن إلى المرفقين، ويكون مسحهما بضربتين، ولو وضع يده على تراب ناعم، فعلق بها تراب من غير ضرب كفى (و) الرابع (الترتيب) فيجب تقديم مسح الوجه على مسح اليدين سواء تيمم عن حدث أصغر أو أكبر، ولو ترك الترتيب لم يصح، وأما أخذ التراب للوجه واليدين فلا يشترط فيه ترتيب، فلو ضرب بيديه دفعة على تراب، ومسح بيمينه وجهه وبيساره يمينه جاز
Fardhunya tayamum ada empat perkara, salah satunya adalah niat. Adapun didalam sebagian redaksi matan itu menggunakan kalimat empat khishol (atau empat pekerjaan), yaitu niat fardhu. Jika orang yang melakukan tayamum berniat fardhu dan sunnah, maka dia diperbolehkan melakukan keduanya. Atau hanya berniat fardhu saja, maka disamping fardhu tersebut dia juga diperbolehkan untuk melakukan ibadah sunnah dan sholat jenazah. Adapun jika hanya berniat sunnah saja, maka dia tidak diperbolehkan untuk melakukan fardhu dibarengi dengan ibadah sunnah, begitu pula seandainya dia niat sholat saja.
Wajib memadukan (atau membarengkan) niat tayamum dengan mengusapkan debu pada wajah dan kedua tangan, serta melanggengkan niat hingga mengusap sebagian wajah. Dan seandainya dia berhadas setelah mengusapkan debu, maka tidak diperbolehkan untuk mengusap dengan debu tersebut, akan tetapi harus mengusapkan (atau mengambil) debu yang lain.
Kemudian fardhu yang kedua dan ketiga adalah mengusap wajah dan mengusap kedua tangan beserta kedua sikunya. Didalam sebagian redaksi matan menggunakan kalimat sampai kedua sikunya. Mengusap kedua bagian ini (yakni wajah dan kedua tangan) dengan dua pukulan (atau dua usapan) pada debu. Dan seandainya dia meletakkan tangannya ke debu yang lembut kemudian ada debu yang menempel pada tangannya tanpa memukulkan (atau mengusapkan tangan), maka yang demikian itu sudah dianggap cukup.
Dan fardhu yang ke empat adalah tertib. Maka dari itu wajib mendahulukan mengusap wajah sebelum mengusap kedua tangan entah itu tayamum untuk hadas kecil ataupun untuk hadas besar. Oleh karena itu seandainya dia tidak melakukan tertib, maka tayamumnya tidak sah.
Adapun mengambil debu untuk mengusap wajah dan kedua tangan, maka tidak disyaratkan harus tertib. Dan seandainya dia memukulkan (atau mengusapkan) tangan satu kali ke debu dan mengusap wajahnya dengan tangan kanan, kemudian mengusap tangan kanannya dengan tangan kirinya, maka hal itu diperbolehkan.
📕 Fathul Qarib, hlm. 51-52 Maktabah Syamilah
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar