Senin, 21 Agustus 2023

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء) أحدها وثانيها (ما وصل عمداً إلى الجوف) المنفتح (أو) غير المنفتح كالوصول من مأمومة إلى (الرأس) والمراد إمساك الصائم عن وصول عين إلى ما يسمى جوفا، (و) الثالث (الحقنة في أحد السبيلين) وهو دواء يحقن به المريض في قبل أو دبر المعبر عنهما في المتن بالسبيلين (و) الرابع (القيء عمدا) فإن لم يتعمد لم يبطل صومه كما سبق، (و) الخامس (الوطء عامدا) في الفرج فلا يفطر الصائم بالجماع ناسيا كما سبق، (و) السادس (الإنزال) وهو خروج المني (عن مباشرة) بلا جماع محرما كان كإخراجه بيده أو غير محرم كإخراجه بيد زوجته أو جاريته واحترز بمباشرة عن خروج المني بالاحتلام فلا إفطار به جزما، (و) السابع إلى آخر العشرة (الحيض والنفاس والجنون والردة) فمتى طرأ شيء منها في أثناء الصوم أبطله

Hal-hal yang membatalkan puasa itu ada sepuluh perkara. Yang pertama dan yang kedua adalah karena ada sesuatu yang masuk secara disengaja ke dalam tubuh seperti masuk ke dalam kepala dari luka yang tembus ke otak. Yang dimaksud disini adalah orang yang berpuasa harus mencegah masuknya sesuatu ke bagian tubuh yang disebut dengan jauf (yakni lubang).

Yang ke tiga adalah huqnah (menyuntikkan obat) ke bagian salah satu dari qubul dan dubur. Huqnah ini maksudnya adalah obat yang disuntikkan ke dalam tubuh orang yang sakit dari jalan qubul dan dubur seperti yang disebutkan didalam matan kitab dengan kalimat sabilaini (yakni dua jalan).

Yang ke empat adalah muntah secara disengaja, sedangkan jika tidak sengaja maka puasanya tidak batal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Yang ke lima adalah wathi (jima) secara disengaja pada bagian farji. Dengan demikian puasa seseorang tidak akan batal karena melakukan jima dalam keadaan lupa seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Yang ke enam adalah inzal, yakni keluar sperma sebab bersentuhan kulit (dengan perempuan) tanpa melakukan jima. Entah sperma yang keluar tersebut diharamkan seperti mengeluarkan sperma dengan tangannya sendiri, atau yang tidak diharamkan seperti mengeluarkan sperma dengan tangan istri atau budak perempuannya. Adapun kalimat sebab bersentuhan kulit, maka mushonnif (pengarang kitab) mengecualikan keluarnya sperma sebab mimpi basah. Oleh karena itu keluar sperma karena mimpi basah tidak membatalkan puasa.

Dan yang ke tujuh sampai yang ke sepuluh adalah sebab haid, nifas, gila serta murtad. Dengan demikian, barang siapa yang mengalami hal tersebut ditengah-tengah pelaksanaan puasanya, maka batal puasanya.

📕 (Fathul Qarib, hlm. 137-138 Maktabah Syamilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...