Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :
(وواجبات الحج غير الأركان ثلاثة أشياء) أحدها (الإحرام من الميقات) الصادق بالزماني والمكاني، فالزماني بالنسبة للحج شوال وذو القعدة وعشر ليال من ذي الحجة، وأما بالنسبة للعمرة، فجميع السنة وقت لإحرامه والميقات المكاني للحج في حق المقيم بمكة نفس مكة مكيا كان أو آفاقيا، وأما غير المقيم بمكة فميقات المتوجه من المدينة الشريفة ذو الحليفة والمتوجه من الشام ومصر والمغرب الجحفة، والمتوجه من تهامة اليمن يلملم، والمتوجه من نجد الحجاز ونجد، اليمن قرن والمتوجه من المشرق ذات عرق، (و) الثاني من واجبات الحج (رمي الجمار الثلاث) يبدأ بالكبرى ثم الوسطى، ثم جمرة العقبة ويرمي كل جمرة بسبع حصيات واحدة بعد واحدة، فلو رمى حصاتين دفعة حسبت واحدة، ولو رمى حصاة واحدة سبع مرات كفى، ويشترط كون المرمى به حجرا، فلا يكفي غيره كلؤلؤ وجص (و) الثالث (الحلق) أو التقصير والأفضل للرجل الحلق وللمرأة التقصير، وأقل الحلق إزالة ثلاث شعرات من الرأس حلقا أو تقصيرا أو نتفا أو إحراقا أو قصا، ومن لا شعر برأسه يسن له إمرارا لموسى عليه، ولا يقوم شعر غير الرأس من اللحية، وغيرها مقام شعر الرأس
Kewajiban-kewajiban haji selain daripada rukunnya itu berjumlah tiga perkara :
1. Yang pertama adalah melakukan ihram dari miqat yang mencakup miqot zaman dan miqot makan. Adapun miqot zaman bagi haji adalah bulan syawal, bulan dzulqo'dah, dan sepuluh hari pada bulan dzulhijjah. Sedangkan miqot zaman bagi umroh adalah sepanjang tahun, yakni waktu yang bisa untuk melaksanakan ihram umroh. Miqot makan didalam pelaksanaan haji bagi orang yang bermukim dimekkah adalah daerah mekkah itu sendiri, entah statusnya dia itu sebagai penduduk asli mekkah atau pun sebagai pendatang. Sedangkan selain orang yang bermukim dimekkah, maka miqot bagi orang yang datang dari madinah musyarrofah adalah dzul hulaifah.
Kemudian, bagi orang yang datang dari iran, mesir dan maroko maka dia disebut juhfah. Lalu bagi orang yang datang dari dataran rendah yaman maka disebut yulamlam. Dan bagi orang yang datang dari dataran tinggi hijaz dan yaman maka disebut qorn. Sedangkan bagi orang yang datang dari daerah timur maka disebut dzatu 'irq.
2. Lalu kewajiban-kewajiban haji yang ke dua adalah melempar tiga jumroh yang dimulai dari jumroh kubro, jumroh wustho kemudian jumroh aqobah. Masing-masing jumroh itu dilempar dengan tujuh kerikil satu persatu. Dan seandainya seseorang melempar dua kerikil sekaligus, maka hanya dihitung satu. Kemudian jika seseorang melempar menggunakan satu kerikil untuk melempar tujuh kali, maka hal itu sudah dianggap mencukupi. (Dalam hal ini) maka disyaratkan sesuatu yang digunakan untuk melempar adalah batu. Oleh karena itu jika selain daripada batu misalnya menggunakan permata dan gamping, maka hal itu tidak dianggap mencukupi.
3. Dan kewajiban-kewajiban haji yang ke tiga adalah mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki, yang paling utama itu adalah mencukur. Sedangkan bagi perempuan, maka yang paling utama adalah memotong. Paling sedikitnya mencukur disini adalah menghilangkan tiga helai rambut kepala dengan cara dicukur, dipotong, dicabut, dibakar atau digunting. Dan bagi orang yang tidak memiliki rambut kepala, maka baginya disunnahkan untuk menjalankan pisau cukur dikepalanya. Dan bagi rambut yang selain daripada rambut kepala misalnya jenggot atau yang selainnya, maka hal itu tidak bisa menggantikan rambut kepala.
📕 (Fathul Qarib, hlm. 147-149 Maktabah Syamilah)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar