Rabu, 20 September 2023

FATHUL QARIB - RUKUN HAJI


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : 

وأركان الحج أربعة) أحدها (الإحرام مع النية) أي نية الدخول في الحج (و) الثاني (الوقوف بعرفة) والمراد حضور المحرم بالحج لحظة بعد زوال الشمس يوم عرفة، وهو اليوم التاسع من ذي الحجة بشرط كون الواقف أهلا للعبادة لا مغمى عليه، ويستمر وقت الوقوف إلى فجر يوم النحر، وهو العاشر من ذي الحجة (و) الثالث (الطواف بالبيت) سبع طوفات جاعلا في طوافه البيت عن يساره مبتدئا بالحجر الأسود محاذيا له في مروره بجميع بدنه، فلو بدأ بغير الحجر لم يحسب له (و) الرابع (السعي بين الصفا والمروة) سبع مرات وشرطه أن يبدأ في أول مرة بالصفا، ويختم بالمروة ويحسب ذهابه من الصفا إلى المروة مرة وعوده إليه مرة أخرى، والصفا بالقصر طرف جبل أبي قبيس، والمروة بفتح الميم وبقي من أركان الحج الحلق أو التقصير إن جعلنا كلا منهما نسكا، وهو المشهور، فإن قلنا إن كلا منهما استباحة محظور فليسا من الأركان، ويجب تقديم الإحرام على كل الأركان السابقة

Rukun haji itu berjumlah empat perkara :

1. Yang pertama adalah ihram beserta niatnya, yakni niat masuk saat ibadah haji.

2. Yang ke dua adalah wukuf di arafah, dan yang dimaksud adalah kehadiran orang yang ihram saat haji dalam waktu sebentar setelah tergelincirnya matahari pada hari arafah, yakni hari ke sembilan dari bulan dzulhijjah. Namun dengan syarat orang yang wukuf itu termasuk orang yang ahli untuk melakukan ibadah, bukan orang yang sedang punya penyakit gila dan ayan (epilepsi). Kemudian, waktu wukuf ini tetap berlanjut sampai terbitnya fajar pada hari raya kurban, yakni hari ke sepuluh dari bulan dzulhijjah.

3. Yang ke tiga adalah towaf disekeliling ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Dan saat melakukan towaf, seseorang harus memposisikan ka'bah disebelah kirinya dan memulainya dari hajar aswad tepat lurus dengan seluruh badannya saat berjalan. Oleh karena itu seandainya seseorang memulai towaf dari selain hajar aswad, maka towaf yang dilakukannya itu tidaklah dianggap.

4. Yang ke empat adalah melakukan sa'i diantara bukit shofa dan marwah sebanyak tujuh kali. Dan syaratnya adalah harus memulai sa'i pertama dari bukit shofa yang diakhiri dibukit marwah. Perjalanan dari shofa ke marwah ini dihitung satu kali, dan kembali dari marwah ke shofa juga dihitung satu kali.

Adapun kalimat shofa dengan huruf alif qoshr diakhirnya adalah nama tepi gunung abi qubais. Sedangkan marwah dengan dibaca fathah huruf mimnya adalah nama suatu tempat yang sudah masyhur dikota mekkah.

Sebenarnya masih ada rukun-rukun haji yang tersisa, yakni mencukur atau memotong rambut jika kita menjadikan masing-masing dari keduanya termasuk dari rangkaian ibadah haji, dan ini adalah pendapat yang masyhur. Kemudian, jika kita mengatakan bahwa masing-masing dari keduanya adalah bentuk perbuatan untuk memperbolehkan hal-hal yang diharamkan saat ibadah haji, maka keduanya bukan termasuk rukun-rukun haji dan wajib mendahulukan ihram dari semua rukun-rukun haji yang lain.

📕 (Fathul Qarib, hlm. 145-147 Maktabah Syamilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...