Senin, 11 September 2023

FATHUL QARIB - UKURAN ZAKAT FITRAH


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

وإذا وجبت الفطرة على الشخص فيخرج (صاعا من قوت بلده) إن كان بلديا فإن كان في البلد أقوات غلب بعضها، وجب الإخراج منه، ولو كان الشخص في بادية لا قوت فيها أخرج من قوت أقرب البلاد إليه، ومن لم يوسر بصاع بل ببعضه لزمه ذلك البعض (وقدره) أي الصاع (خمسة أرطال وثلث بالعراقي) وسبق بيان الرطل العراقي في نصاب الزروع

Jika seseorang wajib membayar zakat fitrah, maka dia harus mengeluarkan satu sho makanan pokok (yakni sesuai dengan makanan yang biasa dimakan) didaerahnya. Dan jika didaerahnya terdapat beberapa macam makanan pokok namun ada sebagiannya yang lebih dominan, maka dia wajib mengeluarkan dari jenis sebagian makanan tersebut.

Kemudian, seandainya seseorang bertempat tinggal dihutan yang tidak memiliki makanan pokok, maka dia wajib mengeluarkan zakat fitrah berupa makanan pokok daerah yang terdekat darinya. Dan orang yang tidak memiliki kelebihan satu sho akan tetapi hanya sebagian sho saja, maka dia wajib mengeluarkan sebagian sho tersebut.

Satu sho ini ukurannya adalah lima ritl lebih sepertiga (sesuai dengan perhitungan) dinegara iraq. Dan ritl negara iraq telah dijelaskan sebelumnya didalam bab nishobnya zuru (nishob zakat hasil pertanian).

📕 (Fathul Qarib, hlm. 131-132 Maktabah Syamilah)

Catatan : Jika dikonversikan, satu sho ini ukurannya adalah setara dengan 2.75 KG beras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...