Sudah ma'lum didalam kitab-kitab fiqih bahwa talak itu terbagi dua yakni talak sunni dan talak bid'i, atau talak yang sesuai syariat dan talak yang tidak sesuai syariat. Nah mentalak istri dalam keadaan haid itu masuk ke dalam kategori talak bid'i dan hukumnya haram meskipun talaknya tetap dihukumi jatuh.
Keterangan :
طلاق البدعة في حيض أو في طهر مجامع فيه فهو محظور محرم بوفاق، واختلف في وقوعه مع تحريمه، فمذهبنا أنه واقع وإن كان محرما، وهو قول الصحابة والتابعين وجمهور الفقهاء
“Talak bid'ah adalah talak yang dilakukan saat istri sedang dalam keadaan haid atau suci yang sudah terjadi persetubuhan, hukum talak tersebut dilarang dan haram berdasarkan kesepakatan (para ulama). Namun ada perbedaan pendapat dikalangan ulama atas jatuhnya talak, madzhab kami (syafi'i) menyatakan talaknya jatuh meskipun haram. Dan ini merupakan pendapat para sahabat, tabi'in dan mayoritas ahli fiqih”
📚 (Al-Hawi Al-Kabir : 10/226)
Dalam keterangan lain disebutkan :
وأما طلاقها في حال الحيض فهو محرم بالكتاب والسنة والإِجماع
“Adapun mentalak istri dalam keadaan haid maka hukumnya adalah haram berdasarkan dalil Al-Qur'an, sunnah dan ijma para ulama”
📚 (Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah : 5/379)
Nah demikianlah sekilas tentang hukum talak yang dilakukan oleh seorang suami dalam keadaan istrinya sedang haid.
والله أعلم بالـصـواب
Tidak ada komentar:
Posting Komentar