Senin, 20 Februari 2023

TIGA TINGKATAN KESABARAN

Kata sabar sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita, namun secara umum orang-orang memahami sabar itu semisal ketika sedang tertimpa musibah, ketika sedang menunggu sesuatu, atau yang lainnya. 

Padahal ada makna yang lebih hakiki didalam kata sabar itu, dimana sabar merupakan pilar kebahagiaan seorang hamba. Sabar adalah upaya menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota badan dari perbuatan yang tidak terarah. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, lalu berusaha untuk konsisten menjalankan ketaatan, dan sabar dalam menghadapi berbagai macam ujian. 

Banyak dari kalangan ulama yang mengatakan bahwa sabar itu ada tingkatannya atau maqomnya. Seperti yang dikatakan oleh Al-Imam Ghozali rahimahullah sebagai berikut :

اهل الصبر على ثلاثة مقامات أولها ترك الشهوة وهذه درجدرج  التائبين وثانيها الرضا بالمقدور وهذه درجة الزاهدين وثالثها المحبة لما يصنع به مولاه وهذه درجة الصديقين 

“Orang sabar itu terdiri atas tiga tingkatan. Pertama adalah orang yang sabar meninggalkan syahwat, dan ini merupakan derajatnya orang yang bertaubat. Kedua, ridho terhadap takdir Allah (yang baik maupun yang buruk), dan ini merupakan derajatnya orang yang zuhud. Ketiga adalah orang yang mencintai sesuatu yang Allah lakukan terhadapnya, dan ini merupakan derajatnya para shiddiqin (orang-orang yang benar) ” 

📚 (Ihya Ulumiddin : 4/72) 

Berdasarkan apa yang dikatakan oleh imam Ghozali diatas, kesabaran itu memiliki tiga tingkatan. Yang mana jika kita fahami bahwasanya sabar yang pertama itu adalah sabar terhadap sesuatu yang Allah haramkan berupa syahwat, kemudian sabar terhadap ketetapan Allah yang baik maupun yang buruk seperti halnya musibah, dan mencintai segala sesuatu yang Allah perbuat untuk seorang hamba. 

Nah kemudian dalam kitab lain ada juga tingkatan sabar yang dikemukakan oleh Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah, berikut ini keterangannya :

الصبر ثلاثة أنواع : صبر على طاعة الله وصبر عن محارم الله وصبر على أقدار الله المؤلمة . وتجتمعُ الثلاثة في الصوم فإن فيه صبرا على طاعة الله وصبرا عما حرم الله على الصائم من الشهوات وصبرا على ما يحصل للصائم فيه من ألم الجوع والعطش وضعف النفس والبدن

“Kesabaran itu ada tiga macam, yakni kesabaran diatas ketaatan kepada Allah, kesabaran dari menjauhi perkara-perkara yang Allah haramkan, dan kesabaran atas takdir Allah yang menyakitkan. Tiga macam kesabaran ini terkumpul pada puasa, karena sesungguhnya pada perkara tersebut ada kesabaran diatas ketaatan kepada Allah, ada kesabaran dari menjauhi perkara yang Allah haramkan terhadap orang yang berpuasa dari syahwatnya, dan ada juga kesabaran terhadap apa yang dialami bagi orang yang berpuasa dari rasa lapar, haus dan lemahnya jiwa serta badan”

📚 (Lathaiful Ma'arif, hlm. 269) 

Nah itulah sedikit pembahasan terkait kesabaran. Semoga kita termasuk orang-orang yang dianugerahi oleh Allah kesabaran entah itu sabar terhadap sesuatu yang Allah haramkan, sabar terhadap takdir Allah dan lain sebagainya, aamiin. 

والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...