Selasa, 14 Maret 2023

BAB MELAKUKAN SHOLAT SUNNAH


Selain sholat wajib, ada beberapa sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Salah satunya adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu, yaitu rawatib. Atau sholat-sholat sunnah yang lain seperti sholat tahajud, dhuha dan sebagainya. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas dimanakah sebaiknya sholat sunnah dilakukan? Khusus sholat sunnah rawatib, karena berbagai kelebihan dan keutamaannya, terkadang beberapa orang tetap melaksanakan sholat sunnah ini dimasjid walaupun iqomah akan segera dikumandangkan. 

Padahal secara umum, sholat sunnah itu lebih utama dikerjakan dirumah berdasarkan sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam berikut ini : 

فصلوا أيها الناس في بيوتكم فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة

“Wahai sekalian manusia, sholatlah dirumah-rumah kalian. Karena sholat yang paling utama adalah dilakukan oleh seseorang dirumahnya, kecuali yang fardhu” (Shohih Muttafaqun 'Alaih)

Dalam hadits lain juga disebutkan :

إذا قضى أحدكم الصلاة في مسجده فليجعل لبيته نصيبا من صلاته فإن الله جاعل في بيته من صلاته خيرا

“Jika salah seorang dari kalian telah melaksanakan sholat (fardhu) dimasjid, hendaknya ia menjadikan sebagian sholatnya untuk (dilakukan dirumahnya). Karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dirumahnya dengan sebab sholatnya itu” (Shohih Muttafaqun 'Alaih)

Ada banyak sekali hikmah yang disebutkan oleh para ulama terkait anjuran melakukan sholat sunnah dirumah, diantaranya adalah supaya terhindar dari riya, kemudian supaya rumahnya diberikan keberkahan karena didalamnya didirikan sholat. 

Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits diatas, beliau mengatakan :

وإنما حث على النافلة في البيت لكونه أخفى وأبعد من الرياء وأصون من المحبطات وليتبرك البيت بذلك وتنزل فيه الرحمة والملائكة وينفر منه الشيطان كما جاء في الحديث الآخر وهو معنى قوله صلى الله عليه وسلم في الروايةالأخرى فإن الله جاعل في بيته من صلاته خيرا

“Sesungguhnya (dianjurkannya) sholat sunnah dirumah karena hal itu lebih tersembunyi, jauh dari riya, serta lebih menjaga dari kesia-siaan dan untuk mendatangkan keberkahan bagi rumahnya karena sholat tersebut. Lalu supaya mendatangkan rahmat dan turunnya malaikat (rahmat), dan menjauhinya dari setan sebagaimana keterangan pada hadits lain. Inilah makna hadits nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang lain bahwa sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dirumahnya dengan sebab sholatnya itu” (Al-Minhaj Syarah Shohih Muslim : 6/67)

Kemudian didalam hadits lain juga disebutkan :

اجعلوا من صلاتكم في بيوتكم، ولا تتخذوها قبورا

“Jadikanlah sebagian dari sholat kalian (berupa sholat sunnah) dirumah-rumah kalian, dan janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan” (Shohih Muttafaqun 'Alaih)

Imam Ibnu Batthal rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan :

هذا من التمثيل البديع وذلك بتشبيهه صلى الله عليه وسلم البيت الذى لا يصلى فيه بالقبر الذى لا يمكن الميت فيه عبادة

“(Hadits) ini adalah bagian dari tamtsil badi' (perumpamaan) ketika nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyamakan antara rumah yang didalamnya tidak pernah digunakan untuk sholat dengan kuburan dimana mustahil akan ada mayit yang didalamnya melakukan ibadah” (Syarah Shohih Bukhari Ibnu Batthal : 3/176)

Imam Nawawi rahimahullah juga menjelaskan terkait makna hadits diatas, beliau mengatakan :

معناه صلوا فيها، ولا تجعلوها كالقبور مهجورة من الصلاة، والمراد به صلاة النافلة أي : صلوا النوافل في بيوتكم

“Maknanya: Sholatlah didalamnya, dan jangan menjadikannya seperti kuburan yang sepi dari sholat. Dan maksud daripada itu yakni sholat sunnah, maka artinya adalah sholat sunnahlah dirumah-rumah kalian” (Al-Minhaj Syarah Shohih Muslim : 3/59)

Yang terakhir keterangan dari Amirul mukminin fil hadits yaitu imam Ibnu Hajar Al-Asqalani terkait makna jangan menjadikan rumah seperti kuburan, beliau rahimahullah mengatakan :

يحتمل أن المراد لا تجعلوا بيوتكم وطنا للنوم فقط، لا تصلون فيها فإن النوم أخو الموت والميت لا يصلي، وقال التوربشتي: ويحتمل أن يكون المراد أن من لم يصل في بيته جعل نفسه كالميت وبيته كالقبر

“Boleh jadi yang dimaksud adalah jangan menjadikan rumah kalian hanya sebatas tempat tinggal untuk tidur saja yang tidak pernah digunakan untuk sholat didalamnya, karena tidur adalah saudaranya mati dan mayit itu tidak bisa melakukan sholat. Al-Imam At-Turbusyti berkata: Boleh jadi yang dimaksud adalah barang siapa yang tidak pernah melakukan sholat didalam rumahnya, maka dia menjadikan dirinya sendiri seperti mayit dan rumahnya itu seperti kuburan” (Fathul Bari : 1/630)

Terlepas daripada anjuran untuk melakukan beberapa sholat sunnah dirumah, ada juga berbagai macam sholat sunnah yang malah lebih dianjurkan untuk dilakukan dimasjid dengan bertujuan untuk menampakkan syi'ar islam. Seperti halnya sholat sunnah ied, sholat sunnah istisqo, sholat sunnah gerhana dan yang lainnya.

Al-Imam Mubarok Furi rahimahullah berkata :

وهذا عام لجميع النوافل والسنن إلا النوافل التي من شعار الإسلام كالعيد والكسوف والاستسقاء

 “Kesunnahan setiap sholat sunnah (yang dilakukan dirumah) adalah umum, baik nawafil (rawatib) ataupun sholat sunnah yang lain kecuali beberapa sholat sunnah yang bertujuan untuk menampakkan syi'ar islam seperti sholat sunnah ied, sholat sunnah gerhana, dan sholat sunnah istisqo” (Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Tirmidzi : 3/222)

Nah demikianlah sedikit pembahasan terkait bab dilakukannya sholat sunnah, semoga bermanfaat.

والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...