Rabu, 01 Maret 2023

BERHATI-HATILAH TERHADAP ORANG-ORANG LIBERAL


Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, banyak sekali orang-orang munafik yang justru menampakan diri secara terang-terangan. Mereka menggunakan atribut-atribut keislaman, diikat sebagai representasi ormas islam, namun pemikiran mereka jauh dari islam, bahkan cenderung mendekati pada kekafiran. Mereka tidak hanya dari kalangan orang yang miskin ilmu, bahkan mereka adalah intelektual dan cendekiawan muslim. Namun mereka mencampurkan adukkan antara yang haq dan batil, mereka banyak memelintir dalil-dalil Al-Qur'an dan sunnah semau otaknya dan mengolah kata-katanya sehingga terkesan benar padahal apa yang mereka katakan meruapakan seburuk-buruknya kesalahan. 

Orang-orang munafik ini pun sering mengaku dirinya yang paling islam dan paling benar, padahal tidak. Sebab tujuan mereka tiada lain adalah untuk menipu umat. Dan sisaat umat islam sudah terbius dengan penampilan mereka, maka mereka mulai menampakkan pemikiran-pemikiran nyeleneh dan menyimpang kepada umat. Adapun jurus andalan mereka adalah kepandaiannya disaat berbicara, berdebat dan berargumentasi. 

Potret-potret semacam ini mengingatkan kita tentang sabda nabi ﷺ perihal para munafik aliimul lisan, yaitu orang munafik yang pandai bersilat lidah. Mereka berkata dengan ungkapan-ungkapan yang seolah dianggap baik dan benar, padahal hakikatnya perkataan atau ungkapan mereka itu merupakan seburuk-buruknya perkataan dan ungkapan. Ciri-ciri yang seperti ini ada pada JIL, yakni jaringan islam liberal atau jaringan iblis laknatullah. Yang mana perkataan mereka itu seolah baik dan benar padahal hakikatnya merupakan perkataan yang menyesatkan. Diantara salah satu celotehan mereka adalah disaat mengatakan semua agama benar, bisa masuk surga. Lalu mengatakan syariat hijab (menutup aurat kepala bagi wanita) tidak wajib dan lain sebagainya. 

Nabi ﷺ sangat mengkhawatirkan keberadaan orang-orang munafik ini, yaitu para pembual yang pandai mengolah kata dan pandai berbicara. Beliau ﷺ bersabda :

إن أخوف ما أخاف على أمتي كل منافق عليم اللسان

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah setiap munafik yang pandai bicara (bersilat lidah)” (HR. Ahmad, no. 143) 

Senada dengan itu, suatu ketika sayyidina Umar bin khatthab radhiyallahu 'anhu naik ke atas mimbar kemudian menyampaikan pidatonya :

إن أخوف ما أخاف على هذه الأمة المنافق العليم، قيل: وكيف يكون المنافق عليم؟ قال: عالم اللسان جاهل القلب والعمل

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan atas umat ini adalah orang alim yang munafik. Para sahabat bertanya: Bagaimana bisa seseorang itu disebut sebagai munafik yang alim? Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu menjawab: Yaitu orang yang pandai berbicara, tapi hati dan perbuatannya jahil” (Ihya 'Ulumuddin : 1/59) 

Imam Al-Munawi rahimahullah menjelaskan:

عليم اللسان أي عالم للعلم منطلق اللسان به، لكنه جاهل القلب فاسد العقيدة، يغر الناس بشقشقة لسانه، فيقع بسبب تباعه خلق كثير في الزلل

“Yang dimaksud dengan alim lisannya yaitu dia alim terhadap ilmu dan lisannya sangat jelas saat menyampaikan ilmu, akan tetapi jahil hatinya serta rusak aqidahnya. Dia menipu manusia dengan kefasihan lisannnya sehingga dengan sebab itu banyak orang yang tersesat karena mengikutinya” (Faidhul Qadir : 1/221) 

Keberadaan orang-orang munafik sangat membahayakan, sebab potensinya akan membawa umat kepada penyimpangan dan hancurnya islam dari dalam. Didalam kehidupan, mereka tampak seperti saudara. Namun dalam pemikiran, mereka sangat memusuhi islam dan mengkhianati islam. Apapun yang mereka ucapkan kebanyakan tiada lain adalah karena faktor atau motivasi keduniawian yang mereka cari, na'udzubillah min dzaalik.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua dan semoga kita dijauhkan dari orang-orang liberal munafik yang sangat merusak itu, aamiin.

 والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...