من علامة اتباع الهوي المسارعة الى نوافل الخيراث والتكاسل عن القيام بالواجبات
“Diantara ciri-ciri (ibadah yang) mengikuti hawa nafsu adalah (bersemangat) melaksanakan yang sunnah namun malas ketika melaksanakan yang wajib” (Al-Hikam Ibnu Atho'illah : 105)
Penjelasan :
هذه من الصور التى يتبين بها خفة الباطل وثقل الحق على النفس وما ذكره هو حال أكثر الناس
“Ini merupakan salah satu bentuk dimana sesuatu yang semu terasa sangat ringan dikerjakan bagi nafsu, sedangkan yang hakiki terasa berat. Dan apa yang disebutkan (oleh imam Ibnu Atho'illah tersebut) merupakan sesuatu yang dilakukan oleh kebanyakan manusia (pada hari ini)” (Syarah Al-Hikam : 2/30)
Ketahuilah bahwa orang yang terbiasa melakukan ibadah sunnah biasanya termasuk jenis orang yang mudah melakukan perkara batil dan berat melakukan perkara yang haq, dan inilah yang terjadi pada kebanyakan manusia pada hari ini. Adapun maksud daripada melakukan perkara batil adalah meninggalkan perkara wajib namun lebih memprioritaskan yang sunnah. Contoh orang yang belajar ilmu sedekah, ini hukumnya sunnah, namun meninggalkan belajar ilmu wudhu yang sifatnya wajib.
Dan manusia justru malah sibuk untuk melakukan ibadah sunnah yang lain seperti memperbanyak sholat sunnah, puasa sunnah dan berkali-kali berangkat ke mekkah untuk melakukan umroh, namun meninggalkan perkara yang lebih wajib yaitu bermujahadah (memerangi nafsunya). Padahal jika manusia menyibukkan diri dengan melaksanakan ibadah yang sifatnya wajib, niscaya dia tidak akan sempat untuk melaksanakan ibadah yang sunnah karena betapa banyaknya ibadah wajib yang mesti dia kerjakan.
Namun demikian, manusia pada umumnya merasa berat untuk melaksanakan ibadah yang wajib. Sebab dalam melaksanakan ibadah yang wajib itu tidak bisa menaikkan derajatnya dalam pandangan orang lain. Berbeda halnya jika melakukan ibadah sunnah yang kemungkinan besar dia akan mendapatkan kemasyhuran dan mendapat selisih kedudukan dari orang lain, dan inilah yang sangat diinginkan oleh hawa nafsu.
والله أعلم بالـصـواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar