Secara umum, amal ibadah itu ada yang wajib dan ada yang sunnah. Adapun amal yang wajib itu harus selalu dilakukan, dan kalau ditinggalkan maka akan mendapatkan dosa. Sedangkan amalan sunnah adalah amalan yang mendapat pahala jika dilakukan, dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Meski demikian, amalan yang wajib mesti dijadikan prioritas dalam beragama, sementara amalan sunnah hanya sebagai tambahan.
Dan meskipun hanya bersifat anjuran, bukan berati amalan sunnah boleh diabaikan begitu saja. Dan kita juga tidak bisa hanya mencukupkan diri dengan amalan yang wajib saja. Oleh karena itu para ulama mengingatkan agar umat islam tidak mengabaikan amalan sunnah.
Al-Imam Nawawi rahimahullah berkata :
اعلم انه ينبغي لمن بلغه شيء في فضائل الأعمال أن يعمل به ولو مرة واحدة ليكون من أهله، ولا ينبغي أن يتركه مطلقا، بل يأتي بما يتسر به منه لقول النبي صلى الله عليه وسلم في الحديث المتفق على صحته: إذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم
“Ketahuilah bahwa selayaknya bagi orang yang mengetahui amalan sunnah yang berkaitan dengan fadhilah amal itu untuk melakukannya meskipun hanya sesekali agar ia tergolong sebagai orang yang menapaki sunnah-sunnah (nabi). Dan tidak sepantasnya untuk meninggalkannya secara mutlak, bahkan sebisa mungkin ia melakukan semampunya berdasarkan sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang telah disepakati keshohihannya: Jika kalian diperintahkan untuk melakukan sesuatu, maka lakukanlah semampu kalian”
📚 (Al-Adzkar An-Nawawiyyah : 1/16)
Islam itu memudahkan, tapi jangan sampai kita mengabaikannya. Ada banyak amalan sunnah yang dapat dilakukan baik itu dalam bentuk ibadah ataupun muamalah. Mangkanya imam Nawawi mengingatkan agar kita konsisten melakukan amalan sunnah semampu kita. Dan jangan sampai mengabaikannya supaya kita termasuk orang-orang yang menapaki sunnah nabi.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dawam (terus menerus dilakukan) meskipun sedikit”
📚 (Shohih Muttafaqun 'Alaih)
Jadi, lakukan amalan sunnah itu semampu kita meskipun hanya sedikit asal dawam maka itu lebih baik. Yang penting jangan sampai memprioritaskan yang sunnah dibandingkan yang wajib. Demikianlah, semoga bermanfaat.
والله أعلم بالـصـواب

masya allah
BalasHapus