Minggu, 05 Maret 2023

TANDA BUTANYA MATA HATI


Al-Imam Ibnu Atho'illah Sakandari rahimahullah berkata :

ุงุฌุชู‡ุงุฏูƒ ููŠู…ุง ุถู…ู† ู„ูƒ ูˆุชู‚ุตูŠุฑูƒ ููŠู…ุง ุทู„ุจ ู…ู†ูƒ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุงู†ุทู…ุงุณ ุงู„ุจุตูŠุฑุฉ

“Kesungguhanmu terhadap sesuatu yang sudah (Allah) jamin dan kelalaianmu terhadap sesuatu yang sudah menjadi kewajibanmu adalah tanda akan butanya mati hatimu” (Al-Hikam Ibnu Atho'illah)

Penjelasan :

Allah itu maha kaya dan maha memiliki segalanya. Dia tidak pernah lupa untuk menjamin kebutuhan hidup dan rezeki makhluk-makhluknya. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk ragu sedikit pun terhadap urusan duniawi, dan tidak ada alasan bagi kita untuk terus sibuk memikirkan nasib pada masa mendatang.

Sudah jelas-jelas Allah memberi jaminan rezeki dan penghidupan bagi semua makhluknya. Tetapi seringkali kita mengejarnya, sampai-sampai lupa diri. Hal itu kita lakukan disebabkan kita tidak yakin bahwa jaminan Allah itu datang. Karena sibuk mengejar sesuatu yang sudah pasti berada ditangan, lalu kita korbankan urusan yang lebih besar yakni urusan akhirat.

Tidakkah kita malu terhadap makhluk Allah yang bernama cicak, padahal dia sangat lemah dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengejar rezekinya. Bayangkan saja, binatang cicak tidak bisa terbang, tapi makanannya berupa nyamuk yang pandai terbang. Dia hanya merayap diatas dinding dan menanti nyamuk datang mendekat. Meskipun demikian, perut cecak tak pernah kosong. Allah telah menjamin binatang yang lemah itu dengan rezeki atas kehendaknya.

Cobalah renungkan agar tidak menjadi rakus untuk mengejar-ngejar rezeki yang sudah pasti, dan agar kita tidak begitu mudah mengorbankan perkara yang lebih utama, yakni akhirat. Dan akibat terlalu tenggelam dalam lautan duniawi, mengejar sesuatu yang sudah pasti, lalu kita lupa bahwa diri ini adalah seorang hamba yang tak luput dari kewajiban-kewajiban yang mestinya dilaksanakan. Maka inilah yang disebut buta mata hati, mangkanya  :

“Engkau mencari dunia seperti orang yang harus mendapatkanya, dan engkau mencari akhirat seperti orang yang tak memerlukanya. Padahal dunia telah dicukupkan kepadamu sekalipun engkau tidak mencarinya, akan tetapi akhirat hanya akan engkau peroleh dengan usahamu. Oleh karena itu pikirkanlah keadaanmu wahai ahli iman”

Syumaith bin Ajlan rahimahullah berkata :

ูƒู„ ูŠูˆู… ูŠู†ู‚ุต ู…ู† ุฃุฌู„ูƒ ูˆุฃู†ุช ู„ุง ุชุญุฒู†، ูˆูƒู„ ูŠูˆู… ุชุณุชูˆูู‰ ู…ู† ุฑุฒู‚ูƒ ู‚ุฏ ุฃุนุทูŠุช ู…ุง ูŠูƒููŠูƒ، ูˆุฃู†ุช ุชุทู„ุจ ู…ุง ูŠุทุบูŠูƒ ู„ุง ุจู‚ู„ูŠู„ ุชู‚ู†ุน ูˆู„ุง ู…ู† ูƒุซูŠุฑ ุชุดุจุน

“Setiap hari berkurang masa hidupmu sementara engkau tidak merasa sedih. Setiap hari rezekimu tertunaikan, dan sungguh engkau telah diberi rezeki yang mencukupimu namun engkau justru malah mencari (dunia) yang membuatmu melampaui batas. Yang sedikitnya tidak akan membuatmu merasa puas, dan yang banyaknya tidak akan membuatmu merasa kenyang” (Hilyatul Auliya : 3/129)

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุงุจ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : ูˆุงู„ุฌู…ุงุน ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุชูุณุฏ ุจู‡ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุงู„ู…ูุฑุฏุฉ ุฃู…ุง ุงู„ุชูŠ ููŠ ุถู…ู† ุญุฌ ููŠ ู‚ุฑุงู†، ูู‡ูŠ ุชุงุจุนุฉ ู„ู‡ ุตุญุฉ ูˆูุณ...