Setiap akhir jum'at pada bulan ramadhan, biasanya ada sebagian orang yang melakukan satu sholat khusus yang dilakukan setelah sholat jum'at. Sholat tersebut dinamakan dengan sholat baro'ah atau sholat kafaroh. Jika ditinjau dari namanya, maka sholat kafaroh adalah sholat yang dilakukan dengan tujuan untuk mengganti sholat-sholat wajib yang pernah ditinggalkan. Lantas, bagaimanakah pandangan para ulama terkait hal tersebut? Apakah ada sholat khusus semacam itu?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, ada dua ulama besar dari madzhab syafi'i yang berfatwa terkait sholat kafaroh tersebut. Beliau adalah Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dan Syeikh Zainuddin Al-Malibari rahimahullah, yakni dua orang ulama yang sangat masyhur yang kitab-kitabnya sering dikaji dikalangan pesantren.
Berikut ini keterangan dari Syeikh Zainuddin Al-Malibari rahimahullah :
ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الأمر منع فاعلها صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر وصلاة الأسبوع أما أحاديثها فموضوعة باطلة ولا تغتر بمن ذكرها
"Dan diantara bid'ah yang tercela dan orang yang melakukannya mendapat dosa, bahkan wajib bagi penguasa untuk melarangnya. Yakni orang yang melakukan sholat roghoib sebanyak 12 raka'at pada awal malam jum'at bulan rajab, kemudian orang yang melakukan sholat pada malam nisfu sya'ban sebanyak 100 raka'at, lalu orang yang melakukan sholat pada akhir jum'at bulan ramadhan sebanyak 17 raka'at dengan tujuan untuk mengganti sholat lima waktu yang pernah ditinggalkan (semasa hidupnya), dan orang yang melakukan sholat pada hari asyuro sebanyak 4 raka'at atau lebih dari itu. Adapun hadits terkait sholat-sholat tersebut merupakan hadits palsu yang batil, maka dari itu jangan terkecoh oleh orang-orang yang menyebutkannya" (Irsyadul Ibad : 19)
Kemudian kata Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah :
وأقبح من ذلك ما اعتيد في بعض البلاد من صلاة الخمس في هذه الجمعة عقب صلاتها زاعمين أنها تكفر صلوات العام أو العمر المتروكة وذلك حرام أو كفر لوجوه لا تخفى
"Dan yang lebih buruk dari (amalan bid'ah selain itu) adalah kebiasaan orang disebagian negeri dengan melakukan sholat 5 waktu pada hari jum'at ini (jumat akhir bulan ramadhan) setelah melakukan sholat jum'at. Mereka meyakini kalau sholat tersebut dapat mengganti sholat-sholat yang pernah ditinggalkan selama setahun atau bahkan seumur hidup. Maka (ketahuilah), yang demikian itu merupakan perbuatan haram atau bahkan kufur karena (ditinjau dari) beberapa sisi pandang yang sudah jelas" (Tuhfatul Muhtaj : 2/457)
Nah cukuplah dua keterangan diatas menjadi acuan bagi kita semua untuk menjauhi dari melakukan sholat tersebut, semoga bermanfaat.
الحمدلله والشكر لله...penjelasan yg baik...
BalasHapusalhmdllah mksh ilmu nya
BalasHapus