FARDHU-FARDHU SHOLAT JUM'AT
(وفرائضها) ومنهم من عبر عنها بالشروط (ثلاثة) أحدها وثانيها (خطبتان يقوم) الخطيب (فيهما ويجلس بينهما) قال المتولي بقدر الطمأنينة بين السجدتين، ولو عجز عن القيام وخطب قاعدا أو مضطجعا، صح وجاز الاقتداء به، ولو مع الجهل بحاله وحيث خطب قاعدا فصل بين الخطبتين بسكتة لا باضطجاع
Fardhu-fardhunya sholat jum"at itu berjumlah tiga perkara. Sebagian ulama menyatakannya dengan kalimat syarat-syarat. Yang pertama dan kedua adalah dua khutbah yang dilakukan oleh seorang khotib dengan berdiri dan duduk diantara keduanya. Al-Imam Mutawalli berkata : Yaitu dengan seukuran tuma'ninah diantara dua sujud.
Dan seandainya khotib tidak mampu berdiri kemudian dia melakukan sholat dengan cara duduk atau tidur miring, maka yang demikian itu sah dan diperbolehkan mengikutinya meskipun tidak tau keadaan khotib yang sebenarnya. Dan disaat seorang khotib melakukan khutbah dengan cara duduk, maka dia harus memisahkan antara kedua khutbah dengan diam sejenak, tidak dengan tidur miring.
RUKUN-RUKUN KHUTBAH
وأركان الخطبتين خمسة: حمد الله تعالى، ثم الصلاة على رسول الله ولفظهما متعين، ثم الوصية بالتقوى ولا يتعين لفظها على الصحيح، وقراءة آية في إحداهما، والدعاء للمؤمنين والمؤمنات في الخطبة الثانية
Rukun-rukun khutbah itu berjumlah lima perkara :
1. Yang pertama adalah memuji Allah (maksudnya membaca hamdalah).
2. Yang kedua adalah membaca sholawat untuk rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan lafadz keduanya (hamdalah dan sholawat) itu sudah ditentukan (dengan lafadz yang tertentu).
3. Yang ketiga adalah wasiat takwa, namun lafadz wasiat takwa ini tidak ditentukan (dengan lafadz tertentu) menurut pendapat yang shohih.
4. Yang ke empat adalah membaca ayat Al Qur'an pada salah satu khutbah dua.
5. Dan yang ke lima adalah berdoa untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan didalam khutbah yang kedua.
📕 (Fathul Qarib, hlm. 99 Maktabah Syamilah)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar