Kamis, 20 Juli 2023

FATHUL QARIB - SYARAT WAJIB & SYARAT SAH SHOLAT JUM'AT


SYARAT WAJIB SHOLAT JUM'AT

(فصل): وشرائط وجوب الجمعة سبعة أشياء الإسلام والبلوغ والعقل. وهذه شروط أيضا لغير الجمعة من الصلوات (والحرية والذكورية والصحة والاستيطان) فلا تجب الجمعة على كافر أصلي وصبي ومجنون، ورقيق وأنثى ومريض ونحوه ومسافر

Pasal terkait syarat-syarat wajib melaksanakan sholat jum'at, itu berjumlah tujuh perkara yakni islam, baligh dan berakal. Hal ini juga merupakan syarat-syarat wajib melaksanakan sholat selain sholat jum'at. Syaratnya adalah merdeka, laki-laki, sehat dan bertempat tinggal tetap. Oleh karena itu sholat jum'at tidak wajib bagi orang kafir, anak kecil, orang gila, seorang budak, kaum perempuan, orang sakit dan musafir.

SYARAT SAH SHOLAT JUM'AT

(وشرائط) صحة (فعلها ثلاثة) الأول دار الإقامة التي يستوطنها العدد المجمعون سواء في ذلك المدن والقرى التي تتخذ وطنا، وعبر المصنف عن ذلك بقوله (أن تكون البلد مصرا) كانت البلد (أو قرية و) الثاني (أن يكون العدد) في جماعة الجمعة (أربعين) رجلا (من أهل الجمعة) وهم المكلفون الذكور الأحرار المستوطنون بحيث لا يظعنون عما استوطنوه شتاءً، ولا صيفا إلا لحاجة، (و) الثالث (أن يكون الوقت باقياً) وهو وقت الظهر فيشترط أن تقع الجمعة كلها في الوقت، فلو ضاق وقت الظهر عنها بأن لم يبق منه ما يسع الذي لا بد منه فيها من خطبتيها وركعتيها صليت ظهرا (فإن خرج الوقت أو عدمت الشروط) أي جميع وقت الظهر يقينا أو ظنا وهم فيها (صليت ظهرا) بناء على ما فعل منها، وفاتت الجمعة سواء أدركوا منها ركعة أم لا، ولو شكوا في خروج وقتها وهم فيها أتموها جمعة على الصحيح

Syarat-syarat sah pelaksanaan sholat jum'at itu berjumlah tiga perkara :

1. Yang pertama adalah bertempat tinggal yang dihuni oleh sejumlah orang yang melaksanakan sholat jum'at, entah itu berupa perkotaan ataupun pedesaan yang dijadikan tempat tinggal tetap (oleh mereka). Hal tersebut telah diungkapkan oleh mushonnif (pengarang kitab) dengan pernyataan beliau : Daerah tersebut adalah perkotaan ataupun pedesaan.

2. Yang kedua adalah jumlah orang yang melaksanakan sholat jum'at mencapai empat puluh orang laki-laki dari golongan ahli jum'at. Mereka adalah orang-orang mukallaf laki-laki yang merdeka dan bertempat tinggal tetap serta tidak berpindah dari tempat tinggalnya, entah itu pada musim dingin atau pada musim kemarau kecuali karena ada hajat.

3. Kemudian yang ke tiga adalah waktu pelaksanaannya masih tersisa, yaitu waktu sholat dzuhur. Maka seluruh bagian sholat jum'at harus terlaksana didalam waktu tersebut. Oleh karena itu seandainya waktu sholat dzuhur tersisa sedikit, yaitu waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan bagian-bagian yang wajib didalam sholat jum'at seperti dua khutbah dan dua rakaatnya, maka yang harus dilaksanakan adalah sholat dzuhur sebagai ganti dari sholat jum'at tersebut.

Adapun jika waktu sholat dzuhur sudah habis atau syarat-syarat sholat jum'at tidak terpenuhi, yakni selama waktu dzuhur entah itu secara yakin atau sekedar dugaan saja kemudian para jamaah dalam keadaan melaksanakan sholat jum'at, maka yang dilaksanakan adalah sholat dzuhur dengan meneruskan apa yang telah dilaksanakan dari sholat jum'at. Dan sholat jum'at tersebut dianggap keluar (tidak didapatkan) entah itu sudah dilaksanakan satu rakaat darinya ataupun tidak. Dan seandainya para jamaah merasa ragu terhadap habisnya waktu dan mereka berada didalam sholat, maka yang mereka lakukan adalah menyempurnakan sholat tersebut sebagai sholat jum'at menurut pendapat yang shohih.

📕 (Fathul Qarib, hlm. 98-99 Maktabah Syamilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...