Selasa, 04 Juli 2023

FATHUL QARIB - HUKUM BERSIWAK


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في استعمال آلة السواك. وهو من سنن الوضوء ويطلق السواك أيضا على ما يستاك به من أراك ونحوه. (والسواك مستحب في كل حال) ولا يكره تنزيها (إلا بعد الزوال للصائم) فرضا أو نفلا، ونزول الكراهة بغروب الشمس، واختار النووي عدم الكراهة مطلقا (وهو) أي السواك (في ثلاثة مواضع أشد استحبابا) من غيرها أحدها (عند تغير الفم من أزم) قيل هو سكوت طويل. وقيل ترك الأكل، وإنما قال (وغيره) ليشمل تغير الفم بغير أزم كأكل ذي ريح كريه من ثوم وبصل وغيرهما. (و) الثاني (عند القيام) أي الاستيقاظ (من النوم و) الثالث (عند القيام إلى الصلاة) فرضا أو نفلا ويتأكد أيضا في غير الثلاثة المذكورة مما هو مذكور في المطولات، كقراءة القرآن واصفرار الأسنان، ويسن أن ينوي بالسواك السنة، وأن يستاك بيمينه، ويبدأ بالجانب الأيمن من فمه، وأن يمره على سقف حلقه إمرارا لطيفا، وعلى كراسي أضراسه

(Pasal) yang menjelaskan tentang menggunakan alat siwak. 

Bersiwak itu termasuk salah satu kesunnahan (sebelum wudhu), dan siwak juga diungkapan untuk sebuah benda yang digunakan untuk bersiwak, yaitu benda yang terbuat dari kayu arak dan sejenisnya. Bersiwak itu disunnahkan pada setiap keadaan, dan ia tidak dimakruhkan secara tanzih kecuali setelah tergelincirnya matahari bagi orang yang berpuasa, entah itu puasa fardhu atau pun puasa sunnah. Namun hukum makruh tersebut akan hilang saat terbenamnya matahari, bahkan imam Nawawi lebih memilih untuk tidak menghukumi makruh secara mutlak.

Siwak jika digunakan pada tiga tempat maka hukumnya lebih disunnahkan lagi daripada tempat yang lain, salah satunya adalah disaat berubahnya keadaan mulut karena azm. Ada yang mengatakan bahwa azm itu adalah diam terlalu lama, namun ada yang mengatakan pula bahwa azm itu adalah (keadaan bau mulut yang berubah sebab) tidak makan. Mushonnif (pengarang kitab) mengatakan wa ghoiruhu, (yakni sebab selain azm) itu tiada lain agar mencakup perubahan keadaan mulut sebab selain azm. Semisal karena memakan makanan yang berbau kurang sedap seperti saat makan bawang merah, bawang putih dan yang lainnya.

Dan yang kedua, menggunakan siwak itu (disunnahkan) saat bangun tidur. Kemudian yang ketiga adalah saat hendak melakukan sholat entah itu sholat fardhu atau pun sholat sunnah. Dan juga disunnahkan pada selain tiga tempat yang sudah disebutkan diatas, yaitu ditempat-tempat yang disebutkan pada kitab-kitab yang penjang penjelasannya, seperti saat membaca Al Qur'an dan saat warna gigi berubah kuning. Kemudian saat bersiwak itu disunnahkan untuk niat sunnah bersiwak. Yaitu bersiwak dengan menggunakan tangan kanan, lalu memulai dari mulut bagian kanan, kemudian menjalankan siwak secara lembut ke bagian langit-langit tenggorokan dan gigi-gigi geraham.

📕 Fathul Qarib, hlm. 30 Maktabah Syamilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...