Selasa, 04 Juli 2023

FATHUL QARIB - HUKUM MENGGUNAKAN WADAH YANG TERBUAT DARI EMAS & PERAK


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

(فصل): في بيان ما يحرم استعماله من الأواني وما يجوز. وبدأ بالأول فقال (ولا يجوز) في غير ضرورة لرجل أو امرأة (استعمال) شيء من (أواني الذهب والفضة) لا في أكل ولا في شرب ولا غيرهما، وكما يحرم استعمال ما ذكر يحرم اتخاذه من غير استعمال في الأصح، ويحرم أيضا الإناء المطلي بذهب أو فضة إن حصل من الطلاء شيء بعرضه على النار. (ويجوز استعمال) إناء (غيرهما) أي غير الذهب والفضة (من الأواني) النفيسة كإناء ياقوت، ويحرم الإناء المضبب بضبة فضة كبيرة عرفاً لزينة، فإن كانت كبيرة لحاجة جاز مع الكراهة، أو صغيرة عرفا لزينة كرهت، أو لحاجة فلا تكره، أما ضبة الذهب فتحرم مطلقا كما صححه النووي

(Pasal) yang menjelaskan tentang wadah-wadah yang tidak boleh dipergunakan dan yang boleh dipergunakan. Mushonnif (pengarang kitab) mengawalinya dengan yang pertama, beliau mengatakan : Tidak boleh dipergunakan (wadahnya) selain dalam keadaan darurat, dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki serta perempuan untuk menggunakan sesuatu dari wadah-wadah yang terbuat dari emas dan perak. Yakni tidak digunakan untuk makan, minum dan selain dari keduanya. Sebagaimana haram menggunakan benda-benda yang telah disebutkan diatas, maka haram juga untuk menyimpannya menurut pendapat yang shohih. Dan haram menggunakan wadah yang disapuh dengan emas atau perak jika ada sapuhan yang terpisah seandainya dipanggang diatas api.

Dan diperbolehkan menggunakan wadah yang terbuat dari selain keduanya, yaitu wadah-wadah yang bagus seperti wadah yang terbuat dari logam. Namun haram menggunakan wadah yang ditambal dengan tambalan perak yang berukuran besar menurut 'urf (kebiasaan) dengan tujuan menghias. Dan jika tambalan perak itu berukuran besar karena ada hajat, maka diperbolehkan tapi (disertai hukum) makruh. Atau jika tambalannya berukuran kecil secara 'urf (kebiasaan) karena tujuan menghias, maka dimakruhkan pula. Tapi jika ada hajat maka tidak dimakruhkan. Dan adapun tambalan yang terbuat dari emas, maka hukumnya haram secara mutlak sebagaimana yang shohihkan oleh imam Nawawi.

📕 Fathul Qarib, hlm. 29 Maktabah Syamilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...