Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :
(فصل): فيما يتعلق بالميت من غسله وتكفينه والصلاة عليه ودفنه (ويلزم) على طريق فرض الكفاية (في الميت) المسلم غير المحرم والشهيد (أربعة أشياء غسله وتكفينه والصلاة عليه ودفنه) وإن لم يعلم بالميت إلا واحد تعين عليه ما ذكر، وأما الميت الكافر فالصلاة عليه حرام حربياً كان أو ذميا. ويجوز غسله في الحالين، ويجب تكفين الذمي ودفنه دون الحربي والمرتد، وأما المحرم إذا كفن فلا يستر رأسه، ولا وجه المحرمة وأما الشهيد فلا يصلى عليه كما ذكره المصنف بقوله (واثنان لا يغسلان ولا يصلى عليهما)
Pasal yang menjelaskan terkait dengan orang yang meninggal dunia mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkannya. Perihal jenazah seorang muslim yang tidak melaksanakan ihram dan bukan orang yang mati syahid, maka fardhu kifayah untuk melakukan empat perkara yaitu memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkannya.
Jika jenazah tidak diketahui kecuali oleh satu orang, maka semua hal yang telah disebutkan diatas itu menjadi fardlu 'ain baginya. Adapun untuk jenazah orang kafir, maka diharamkan untuk mensholatinya entah itu kafir harbi ataupun kafir dzimmi. Namun diperbolehkan untuk memandikannya.
Kemudian, wajib untuk mengkafani dan menguburkan jenazah orang kafir dzimmi, bukan orang kafir harbi dan bukan orang murtad. Adapun jenazah orang yang sedang melaksanakan ihram ketika dikafani, maka kepalanya tidak ditutup. Demikian halnya dengan wajah jenazah perempuan yang melaksanakan ihram. Sedangkan perihal jenazah orang yang mati syahid, maka tidak disholati sebagaimana yang disebutkan oleh mushonnif (pengarang kitab) dengan pernyataan beliau : Ada dua jenazah yang tidak dimandikan dan tidak disholati.
📕 (Fathul Qarib, hlm. 112 Maktabah Syamilah)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar