Selasa, 15 Agustus 2023

FATHUL QARIB - PUASA & SYARAT-SYARATNYA


Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan :

كتاب بيان أحكام الصيام، وهو والصوم مصدران معناهما لغة الإمساك، وشرعا إمساك عن مفطر بنية مخصوصة جميع نهار قابل للصوم من مسلم عاقل طاهر من حيض ونفاس (وشرائط وجوب الصيام ثلاثة أشياء) وفي بعض النسخ أربعة أشياء: (الإسلام والبلوغ والعقل والقدرة على الصوم) وهذا هو الساقط على نسخة الثلاثة، فلا يجب الصوم على أضداد ذلك

Bab yang menjelaskan tentang hukum-hukum puasa. Lafadz (shiyam dan) saum adalah bentuk kalimat asal (atau masdar) yang secara bahasa makna keduanya memiliki arti menahan. Adapun secara syariat adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa dengan disertai niat khusus sepanjang siang hari, yakni yang bisa menerima ibadah puasa dari seorang muslim yang berakal dan suci dari haid serta nifas.

Dan syarat-syarat wajib puasa itu ada tiga perkara, sedangkan didalam sebagian redaksi matan disebutkan ada empat perkara. Yakni islam, baligh, berakal dan (mampu) berpuasa. Adapun hal ini (yakni mampu berpuasa) itu tidak tercantum didalam redaksi yang mengatakan syaratnya ada tiga perkara. Oleh karena itu puasa tidak wajib bagi orang yang memiliki sifat sebaliknya.

📕 (Fathul Qarib, hlm. 136 Maktabah Syamilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FATHUL QARIB - HAL-HAL YANG MERUSAK IHRAM

Syeikh Ibnu Qasim Al-Ghazi rahimahullah mengatakan : والجماع المذكور تفسد به العمرة المفردة أما التي في ضمن حج في قران، فهي تابعة له صحة وفس...